Nusatime.com, BANTUL — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa SD Negeri Kowang, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut, Rabu (6/5/2026).
Sebanyak 23 siswa harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Jetis 1 setelah mengalami gejala seperti sakit perut, muntah, pusing, hingga diare beberapa jam setelah mengonsumsi menu MBG.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan para siswa mulai menyantap makanan saat jam istirahat pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, menjelang siang sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan.
“Sekitar pukul 11.30 WIB mereka mulai merasakan gejala seperti sakit perut, muntah, pusing hingga buang air besar,” ujar Hermawan, Kamis (7/5/2026).
Pihak sekolah yang mengetahui banyak siswa mengalami gejala serupa langsung berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk membawa para siswa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut Hermawan, dugaan sementara mengarah pada salah satu menu dalam paket MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Padukuhan Gerselo, Kalurahan Patalan.
Menu yang disajikan saat itu antara lain gelatin, tahu bacem, dan buah naga. “Masih ditelusuri. Kemungkinan dari gelatin itu, tetapi kami belum bisa memastikan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Dinas Kesehatan kini masih melakukan investigasi guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan dan saat ini sedang diuji laboratorium,” ujarnya.
Terkait kemungkinan penghentian sementara operasional dapur penyedia MBG, Hermawan menyebut keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional.
Meski demikian, Pemkab Bantul memastikan seluruh biaya pengobatan siswa terdampak ditanggung pemerintah daerah. “Biaya pengobatan siswa di Puskesmas ditanggung Pemkab Bantul,” tegasnya.
Insiden ini menambah daftar kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul sepanjang 2026.
Sebelumnya, pada 13–14 April 2026, sebanyak 71 siswa salah satu SMP negeri di Kapanewon Jetis juga dilaporkan mengalami gejala serupa yang diduga berkaitan dengan program MBG.
Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul “Terjadi Lagi, 23 Siswa SD di Bantul Diduga Keracunan Program MBG”

Leave a Reply