Anggota Polisi Pekalongan Meninggal saat Amankan Operasi Ketupat Candi 2026

Anggota Polisi Pekalongan Meninggal saat Amankan Operasi Ketupat Candi 2026
Prosesi pemakaman almarhum Bripka Septian di wilayah Kota Solo. Senin (23/3/2026) (Dok. Polda Jateng)

Nusatime.com, PEKALONGAN — Seorang anggota kepolisian yang bertugas di Kabupaten Pekalongan meninggal dunia saat menjalankan pengamanan dalam Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026. Anggota tersebut diketahui bernama Bripka Septian Eko Nugroho.

Berdasarkan informasi yang diterima Espos, almarhum meninggal dunia setelah melaksanakan tugas pengaturan arus lalu lintas di kawasan Alun-Alun Kajen pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 22.50 WIB.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum. Ia menilai Bripka Septian dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi serta komitmen kuat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Setelah menyelesaikan tugasnya dan sempat beristirahat di sekitar lokasi, almarhum tiba-tiba tidak sadarkan diri. Rekan-rekan anggota kemudian segera membawa almarhum ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Rachmad dalam keterangan resmi, Senin (23/3/2026).

Tim medis kemudian melakukan sejumlah tindakan penanganan, mulai dari pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) hingga upaya resusitasi jantung paru (RJP).

Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui almarhum mengalami gangguan pada irama jantung. Meski berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, nyawa Bripka Septian tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kajen.

“Hasil pemeriksaan medis serta riwayat kesehatan yang ada menunjukkan penyebab kematian sementara diduga berkaitan dengan gangguan pada sistem kardiovaskular, dengan indikasi kuat mengarah pada penyakit jantung,” imbuh Rachmad.

Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Kota Surakarta setelah diberangkatkan dari rumah duka di Pekalongan pada Senin pagi.

Prosesi pelepasan jenazah dilakukan dengan upacara penghormatan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum selama berdinas di institusi Polri.

Kasatgas Humas OKC 2026 Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.

Ia menilai dedikasi almarhum dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semoga seluruh amal kebaikan almarhum diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Artanto.

Leave a Reply