Berkah Ramadan, Perajin Tembaga Boyolali Kebanjiran Pesanan hingga Malaysia

Berkah Ramadan, Perajin Tembaga Boyolali Kebanjiran Pesanan hingga Malaysia
Foto Pekerja saat merangkai kerajinan tembaga replika lampu Masjid Nabawi di Restu Art Gallery, Cabeankunti, Cepogo, Boyolali, Senin (2/3/2026). (Daerah/Ni'matul Faizah)

Nusatime.com, BOYOLALI — Bulan Ramadan membawa berkah bagi perajin kerajinan tembaga Restu Art Gallery di Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Pesanan kerajinan tembaga, khususnya replika lampu dan pintu Ka’bah, mengalami kenaikan.

Pesanan tersebut umumnya masuk satu hingga dua bulan menjelang Ramadan karena proses pengerjaan memerlukan waktu 30–40 hari. “Pesannya sebelum Ramadan karena targetnya dipasang pas Ramadan atau sebelum Lebaran,” kata Pengelola Restu Art Gallery, Ersan Dwi Pamungkas, saat ditemui Espos di galeri, Senin (2/3/2026).

Pemesanan yang meningkat antara lain produk hiasan masjid seperti replika lampu Masjid Nabawi, replika pintu Masjid Nabawi, hingga kaligrafi.

Pada hari biasa, pemesanan replika lampu Masjid Nabawi rata-rata hanya tiga buah per bulan. Saat ini jumlahnya bisa lebih dari 10 buah. Sementara itu, replika pintu Ka’bah yang biasanya jarang dipesan, menjelang Ramadan tercatat dua pemesan. Untuk kaligrafi, dari rata-rata 20 buah per bulan meningkat menjadi 30–40 buah per bulan.

Ersan mengatakan mayoritas pesanan berasal dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Selain itu, pesanan juga datang dari luar negeri, salah satunya Malaysia.

“Kalau untuk pesanan ke Malaysia, barangnya sudah kami kirim sebulan yang lalu. Setelah sampai di sana, kami mengirim orang untuk merangkainya langsung. Dari Malaysia itu pesan replika lampu Nabawi diameternya 10 meter,” ujarnya.

Pesanan lewat Media Sosial

Ersan menjelaskan pemasaran dilakukan secara daring melalui media sosial Instagram dan TikTok. Untuk menjangkau pasar luar negeri, tersedia pula laman situs web. Menurutnya, replika lampu Masjid Nabawi diminati karena bentuknya indah dengan ukiran kaligrafi selawat atau syahadat pada tangkai lampu.

Harga replika lampu Masjid Nabawi bervariasi tergantung ukuran, mulai diameter 80 sentimeter hingga 10 meter. Untuk diameter 80 sentimeter dibanderol sekitar Rp12 juta. Diameter 3 meter berkisar Rp45 juta–Rp50 juta, sedangkan diameter 10 meter mencapai ratusan juta rupiah.

“Bentuknya tidak hanya bulat, tetapi juga segi delapan. Bahannya ada tembaga dan kuningan. Perbedaannya, kuningan lebih cenderung berwarna keemasan, sedangkan tembaga lebih ke cokelat. Harganya sama,” kata dia.

Ia menambahkan banyak masyarakat berminat membeli kerajinan tembaga karena bahannya awet, tidak mudah berkarat, dan terkesan elegan.

Untuk kaligrafi tembaga ukuran 40 cm x 80 cm, harganya sekitar Rp600.000 per buah. Sementara ukuran di atas 80 sentimeter persegi dibanderol sekitar Rp1 juta per buah, tergantung desain dan tingkat kerumitan. “Pengerjaan kaligrafi bisa 4–5 hari. Mayoritas memesan tulisan Arab untuk Allah, Muhammad, bismillah, dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pegawai, Burhani, mengatakan ia tengah mengerjakan kerangka replika lampu Masjid Nabawi model segi delapan dan bertingkat dua. Menurutnya, keseluruhan proses pembuatan dapat memakan waktu hingga satu bulan. Namun, untuk detail tangkai dapat dikerjakan dalam sehari.

“Kesulitannya tentu membutuhkan ketelitian karena saya mengerjakan bagian ukiran kaligrafi di tangkai lampu. Jangan sampai salah pada kaligrafinya. Ini tulisannya syahadat,” kata dia.

Ia menambahkan, pada hari biasa dirinya lebih banyak mengerjakan hiasan umum seperti lampu dan dekorasi dinding. “Khusus sebulan sebelum Ramadan hingga Ramadan ini kami fokus mengejar pesanan replika lampu dan pintu,” ujarnya.

Leave a Reply