Hana Loka Bawa Tari Merak, Raih Juara 3 di Forum Pemuda Asia Pasifik 2026

Hana Loka Bawa Tari Merak, Raih Juara 3 di Forum Pemuda Asia Pasifik 2026
Delegasi Indonesia dalam Asia Pacific Leaders Summit (APLS) 2026, Hana Loka Kusuma Prameswari, berhasil meraih Juara 3 Young Leaders Speak-Up Forum tingkat Asia Pasifik. (Istimewa)

Nusatime.com, KUALA LUMPUR – Delegasi Indonesia dalam Asia Pacific Leaders Summit (APLS) 2026, Hana Loka Kusuma Prameswari, berhasil meraih Juara 3 Young Leaders Speak-Up Forum tingkat Asia Pasifik. Ajang tersebut digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24-26 September 2026.

Hana menjadi satu dari 25 pemimpin muda dari 11 negara yang mengikuti APLS 2026. Forum tersebut mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta membangun kolaborasi lintas budaya.

Dalam forum tersebut, Hana membawa isu seni dan budaya Indonesia. Selain mengikuti berbagai agenda kepemudaan, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga memperkenalkan Tari Merak Indonesia dalam acara pembukaan APLS 2026.

Tampilkan Tari Merak di Forum Internasional

Perempuan kelahiran Wonogiri itu membawakan Tari Merak Indonesia dalam rangkaian Opening Ceremony sebagai bagian dari kegiatan cultural exchange. Penampilan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan seni pertunjukan Indonesia kepada delegasi dari 11 negara.

Hana tidak hanya menampilkan tarian, tetapi juga menjelaskan latar belakang karya yang dibawakannya kepada peserta APLS 2026. Tari Merak yang ditampilkannya terinspirasi dari Tari Merak Sunda karya Raden Tjetje Somantri dan Tari Merak Subal Surakarta karya S. Maridi.

Menurut Hana, seni dapat menjadi sarana komunikasi untuk mempertemukan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda.

“Saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia bukan hanya melalui pertunjukan, tetapi juga melalui cerita di baliknya. Ketika kita memahami sebuah karya budaya, kita juga belajar memahami nilai dan identitas yang ada di dalamnya,” ujar Hana yang dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan Hana melalui Young Leaders Speak-Up Forum. Dalam agenda itu, para delegasi mendapat kesempatan menyampaikan gagasan secara individual sebagai bagian dari pengembangan kemampuan kepemimpinan.

Angkat Seni untuk Pemberdayaan Anak Muda

Dalam pidatonya, Hana mengangkat gagasan mengenai seni dan budaya lokal sebagai sarana pembelajaran, kolaborasi, sekaligus pemberdayaan generasi muda. Gagasan tersebut dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 11 mengenai kota dan komunitas berkelanjutan.

Hana menilai seni dan budaya memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjadi objek pertunjukan. Menurutnya, seni dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenali identitas budaya, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat.

Gagasan tersebut mengantarkan Hana meraih posisi ketiga dalam Young Leaders Speak-Up Forum tingkat Asia Pasifik. Juara pertama diraih delegasi Nigeria, sedangkan posisi kedua ditempati delegasi Kamboja.

Hana mengatakan pencapaian tersebut menjadi pengalaman penting karena gagasan yang disampaikannya berangkat dari bidang seni dan budaya yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan akademik dan aktivitasnya.

Saat ini, Hana tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Pascasarjana UGM Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Ia memandang pendidikan akademik sebagai kesempatan untuk mempelajari seni tidak hanya dari sisi praktik, tetapi juga dari aspek sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

“Saya percaya seni dan budaya bisa menjadi bagian dari pendidikan generasi muda. Ketika anak muda diberi ruang untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan budayanya, mereka juga sedang membangun identitas, kreativitas, dan kemampuan untuk berkolaborasi,” katanya.

Bertemu Pemuda dari 11 Negara

APLS 2026 diselenggarakan Asia Pacific Leaders Initiative di bawah Studec International. Kegiatan tersebut diikuti 25 pemimpin muda dari Indonesia, Tajikistan, Senegal, Malaysia, Kamboja, Jepang, Timor-Leste, Brunei Darussalam, Pakistan, Thailand, dan Nigeria.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti sejumlah agenda, di antaranya konferensi kepemimpinan, group project, Young Leaders Speak-Up Forum, cultural exchange, dan jejaring internasional.

Rangkaian kegiatan diawali Flag Parade yang menampilkan bendera 11 negara peserta dan sesi kepemimpinan bertajuk “Ignite Your Inner Drive”. Pada hari kedua, peserta mengikuti Group Project dan Young Leaders Speak-Up Forum di School of Business and Economics, Universiti Putra Malaysia (UPM).

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Inauguration of the Asia Pacific Youth Leaders Ambassador 2026 serta Dinner and Networking Session. Pada hari terakhir, peserta mengikuti cultural excursion untuk mengenal sejumlah destinasi dan budaya di Malaysia, termasuk Batu Caves, Harriston Boutique, dan Petronas Twin Towers.

Bagi Hana, APLS 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertukar perspektif dengan pemuda dari berbagai negara. Ia menilai keberagaman pandangan tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun kolaborasi lintas budaya.

Melalui forum tersebut, Hana membawa gagasan bahwa seni dan budaya dapat menjadi bagian dari proses generasi muda untuk belajar, membangun koneksi, sekaligus menciptakan dampak positif. Keikutsertaannya sebagai delegasi Indonesia, penampilan Tari Merak, dan pencapaian sebagai Juara 3 menjadi bagian dari upayanya membawa perspektif seni dan budaya Indonesia ke forum internasional.

Leave a Reply