Nusatime.com, SOLO – Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Solo mendorong pemerintah daerah di Soloraya memberikan layanan kesehatan mental yang bisa menjangkau semua masyarakat.
Ketua Panitia Musyawarah Cabang dan Reorganisasi Himpsi Solo, Khotimatun Na’imah, menjelaskan isu kesehatan mental sedang digalakkan karena ada beberapa kejadian bunuh diri akibat masalah kesehatan mental di Soloraya.
“Nah, ini mungkin bisa menjalin kolaborasi untuk membentuk sistem bagaimana kesehatan mental ini bisa menjangkau semua pihak baik. Orang bilang kan psikolog mahal. Padahal, kalau misal pemerintah ini bisa menyediakan anggaran dan tempat, masyarakat bisa semakin terlayani. Kuncinya di situ,” papar dia kepada wartawan pada acara Musyawarah Cabang dan Reorganisasi Himpsi Solo di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Solo, Sabtu (9/5/2026) siang.
Dia menjelaskan Himpsi Cabang Solo mendorong adanya layanan kesehatan mental di setiap puskesmas. Psikolog bisa melayani warga pada fasilitas publik yang biasa diakses masyarakat.
“Kota Solo memiliki Puspaga [Pusat Pembelajaran Keluarga]. Di setiap RW juga ada Posyandu Plus, kalau Posyandu Plus ini memang baru di Solo ya,” ujar dia.
Dia menjelaskan setiap kabupaten memiliki anggaran yang berbeda-beda. Ia berharap kabupaten di Soloraya bisa meniru Kota Solo dalam mengalokasikan anggaran untuk memberikan layanan kesehatan mental.
Khotimatun Na’imah mengatakan Himpsi Cabang memiliki anggota sekitar 200 orang. Mereka bertugas di berbagai instansi maupun memberikan layanan di Soloraya. Musyawarah dan reorganisasi Himpsi dihadiri Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.
Pentingnya Kesehatan Mental
Sementara itu, Astrid Widayani, menyoroti pentingnya kesehatan mental sebagai fondasi kualitas hidup masyarakat di tengah perubahan sosial dan tekanan kehidupan modern yang semakin kompleks.
Menurut Astrid, pembangunan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental secara menyeluruh. Kesehatan mental menjadi isu yang penting.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki keseimbangan psikis, mental, dan spiritual sebagai bagian dari well-being,” kata Astrid usai kegiatan.
Dia mengatakan penguatan layanan kesehatan mental sejalan dengan program prioritas Pemkot Solo melalui Asta Cita Solo, khususnya pada bidang kesehatan lewat pengembangan Posyandu Plus. Pemerintah Kota membuka ruang kolaborasi bersama para psikolog untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Astrid menilai tantangan kesehatan mental saat ini terus berkembang seiring perubahan pola hidup, dinamika sosial, hingga pengaruh teknologi digital. Karena itu, pendekatan layanan psikologi juga perlu beradaptasi agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mendorong layanan kesehatan mental dikembangkan secara lebih spesifik berdasarkan kelompok sasaran, mulai dari perempuan, anak-anak, remaja, hingga kelompok rentan lainnya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan ruang konsultasi yang aman, nyaman, dan bebas stigma.
“Layanan kesehatan mental harus semakin inklusif dan tersegmentasi sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat memiliki ruang yang nyaman untuk berkonsultasi tanpa rasa takut ataupun stigma negatif,” ungkap dia.
Dia mengatakan kolaborasi antara Pemkot Solo dan Himpsi diharapkan bisa menjadikan layanan kesehatan mental dapat semakin terintegrasi dalam pelayanan publik, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat secara utuh dan berdaya.

Leave a Reply