Nusatime.com, SRAGEN — Sebuah insiden terjadi di jalan ring road utara, tepatnya di Tegrat, Nglorog, Sragen, Jumat (2/10/2026) malam. Seorang remaja mengalami luka tembak di bagian paha, sedangkan seorang lainnya mengalami luka-luka setelah dikeroyok. Keduanya dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen.
Informasi yang dihimpun Espos, awalnya dua sepeda motor berpapasan di sebelah barat persimpangan Warung Ayu Nglorog. Masing-masing sepeda motor dikendarai dua remaja. Saat berpapasan, terjadi perselisihan di antara mereka. Salah satu remaja membawa airsoft gun dan menembakkannya ke arah remaja lawan. Peluru airsoft gun mengenai paha salah satu remaja dan bersarang.
Dua remaja yang salah satunya terkena tembakan kemudian berbalik mengejar dua remaja yang membawa airsoft gun. Mereka akhirnya terlibat perkelahian di Tegrat. Salah satu remaja sempat jatuh ke saluran air.
Saat bersamaan, ada rombongan remaja dari arah timur. Mereka terprovokasi dan akhirnya ikut mengeroyok remaja yang membawa airsoft gun.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno saat dikonfirmasi Espos, Sabtu (3/10/2026) malam, membenarkan adanya insiden tersebut. Dia menyatakan perkara itu sedang ditangani dan dalam penyelidikan.
Dia menjelaskan ada dua kelompok remaja yang berseteru dan semuanya terindikasi masih berusia anak-anak.
“Jadi beberapa pihak sudah kami mintai keterangan. Sementara belum ada yang ditahan. Semua masih dilepaskan karena masih dalam rangka penyelidikan untuk pendalaman kasus. Kami masih mendalami posisi perkara yang jelas seperti apa,” ujar dia.
Dia menerangkan salah satu remaja memang terkena luka tembak di bagian paha, tetapi tidak apa-apa. Dia mengatakan justru remaja yang membawa airsoft gun menjalani rawat inap di RSSP Sragen karena menjadi korban penganiayaan.
“Ya karena yang bawa airsoft gun dipukulin bersama-sama. Ceritanya kan sebenarnya ada dua orang, salah satu membawa airsoft gun. Dia menembaki salah satu remaja. Mereka yang terkena tembak mengejar, terus dikeroyok. Akhirnya remaja korban pengeroyokan dibawa ke rumah sakit,” jelas dia.
Dia menyatakan senjata airsoft gun sudah diamankan polisi. Dia menerangkan perkara tersebut ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Dia mengatakan semua remaja masih dalam proses profiling.

Leave a Reply