Nusatime.com, JEREZ — Alex Rins, pembalap MotoGP dengan enam kemenangan, dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari Yamaha pada musim 2027. Kabar tersebut muncul di tengah laporan bahwa tim pabrikan Jepang itu telah menyiapkan Ai Ogura sebagai kandidat kuat pengganti.
Isu perombakan susunan pembalap Yamaha sebelumnya beredar di sela jeda Grand Prix Amerika Serikat dan Grand Prix Spanyol. Dalam laporan itu disebutkan Ai Ogura telah menandatangani kontrak untuk musim mendatang.
Sementara itu, Jorge Martin juga dikabarkan akan bergabung sebagai pengganti Fabio Quartararo, sehingga posisi Alex Rins di tim pabrikan Yamaha semakin tidak pasti.
Rins Ungkap Kabar dari Manajemen Yamaha
Menjelang MotoGP Spanyol 2026, Rins mengonfirmasi situasi tersebut dan mengungkap bahwa dirinya mendapat informasi langsung dari manajer tim Massimo Meregalli melalui percakapan telepon.
Dalam percakapan itu, Rins mengaku sempat menanyakan perkembangan terbaru terkait tim. Namun, Meregalli awalnya tidak memberikan jawaban tegas hingga akhirnya mengisyaratkan bahwa Yamaha telah menandatangani pembalap untuk kursi kedua.
Rins juga menegaskan kedekatannya dengan pihak tim, meski harus menerima kenyataan tersebut.
“Sebelas hari yang lalu, saya menelepon Massimo Meregalli, hanya panggilan biasa,” katanya dikutip dari Crash.net, Jumat (24/4/2026).
“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya. Ketika saya meneleponnya, saya langsung bertanya, apakah Anda memiliki informasi terbaru?”imbuhnnya.
“Dan dia tidak mengatakan apa pun. Jadi saya bertanya, ‘Maio?’ Dia mengatakan bahwa dia seharusnya tidak mengatakan apa pun, tetapi dia akan memberi tahu saya karena dia memiliki hubungan yang baik dengan saya.”
“Dia berkata, ‘Jangan katakan apa pun sekarang, tetapi kami telah menandatangani kontrak dengan pembalap kedua.’”
Di sisi lain, Ai Ogura memilih tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan media di Jerez.
Situasi Sulit di Yamaha
Alex Rins bergabung dengan Yamaha pada 2024 setelah masa sulit bersama LCR Honda, meski masih mampu meraih kemenangan MotoGP keenamnya.
Namun, performanya bersama Yamaha belum sesuai harapan. Ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan motor M1 yang menggunakan mesin empat silinder segaris. Bahkan, proyek pengembangan mesin V4 yang diharapkan menjadi titik balik juga belum memberikan hasil sesuai ekspektasi.
Rins menyebut beberapa musim terakhir sebagai periode yang berat dalam kariernya, terutama karena tantangan adaptasi teknis yang tidak mudah.
“Ini adalah beberapa tahun yang sulit,” ungkap Rins, menggambarkan situasinya.
Dengan kondisi pasar pembalap yang masih tidak stabil, peluang Rins untuk bertahan di grid MotoGP setelah musim ini dinilai semakin kecil.
Sebelum bergabung dengan Yamaha, pembalap asal Spanyol itu menjalani debut MotoGP pada 2017 bersama Suzuki dan meraih lima kemenangan, termasuk kemenangan terakhirnya sebelum hengkang pada akhir 2022.

Leave a Reply