Operasi Ketupat Candi 2026, Satlantas Sragen Siapkan 8 Layanan Pemudik

Operasi Ketupat Candi 2026, Satlantas Sragen Siapkan 8 Layanan Pemudik
Seorang pegawai SPBU Jatisumo, Sambungmacan, Sragen, melayani pengisian BBM sepeda motor, Sabtu (7/3/2026)

Nusatime.com, SRAGEN — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen menyiapkan delapan inovasi layanan bagi pemudik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Berbagai layanan tersebut disiapkan untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman, nyaman, serta minim kendala saat melintas di wilayah Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatlantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono mengatakan inovasi layanan itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan yang humanis kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

“Delapan inovasi ini kami siapkan agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran,” ujar Kukuh kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah Wahana Ceria Anak Gratis di Posko Terpadu yang berada di kompleks Pemda lama Sragen. Fasilitas ini menyediakan berbagai permainan anak secara gratis sebagai sarana rekreasi bagi anak-anak pemudik yang beristirahat di posko tersebut.

“Inovasi ini kami siapkan agar anak-anak pemudik juga memiliki ruang bermain saat orang tuanya beristirahat di posko,” jelasnya.

Dari BBM Mobile hingga SPKLU Mobile

Selain itu, Satlantas Polres Sragen juga menyiapkan layanan BBM Mobile, yakni pengantaran bahan bakar minyak secara gratis bagi pemudik yang kehabisan BBM di perjalanan.

Ada pula Si Medis, yakni tim respons cepat medis yang menggunakan sepeda motor sehingga dapat bergerak cepat memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat di jalur mudik.

Inovasi lainnya adalah Si Bengkel, layanan hasil kolaborasi kepolisian dengan bengkel setempat yang menyediakan perbaikan kendaraan selama 24 jam selama Operasi Ketupat Candi 2026.

Untuk meningkatkan kenyamanan pemudik yang beristirahat, Satlantas juga menyediakan toilet portabel di pos terpadu yang dapat digunakan masyarakat secara gratis.

Sementara itu, inovasi Si Rescue disiapkan sebagai tim penyelamat yang dilengkapi peralatan derek dan towing untuk mengantisipasi gangguan kendaraan di jalan raya di wilayah hukum Polres Sragen.

Satlantas Polres Sragen juga menghadirkan Sibara Art Stage, panggung seni yang disediakan sebagai ruang apresiasi kreativitas masyarakat. Pertunjukan seni di panggung tersebut akan melibatkan seniman difabel dan seniman lokal sehingga menjadi ruang hiburan sekaligus pemberdayaan seni daerah.

Inovasi terbaru yang disiapkan adalah Mbak Dewi, akronim dari Mobile Bakti Digital Electric Vehicle Way Incident. Layanan ini berupa SPKLU mobile yang disiapkan untuk membantu pemudik pengguna kendaraan listrik yang kehabisan daya di tengah perjalanan.

“Inovasi Mbak Dewi merupakan layanan SPKLU mobile yang disiapkan khusus untuk membantu pemudik pengguna kendaraan listrik yang mengalami kehabisan daya di tengah perjalanan. Inovasi ini dilaksanakan bersama PLN,” jelas Kukuh.

Ia menjelaskan pemudik yang kendaraan listriknya kehabisan daya dapat menghubungi Hotline 110. Petugas kemudian akan meminta identitas pelapor serta nomor WhatsApp untuk diteruskan kepada operator layanan Mbak Dewi.

“Petugas akan merespons dengan meminta identitas serta nomor WhatsApp pelapor untuk diteruskan kepada operator layanan Mbak Dewi. Petugas Mbak Dewi akan menghubungi pemudik lewat WA untuk meminta data tambahan berupa nama, foto kendaraan, serta lokasi terkini melalui fitur share location,” jelas dia.

Setelah data lengkap, kendaraan SPKLU Mobile Mbak Dewi yang siaga di Pos Terpadu Alun-Alun Sragen akan menuju lokasi pemudik untuk memberikan pengisian daya darurat hingga sekitar 10%.

Daya tersebut cukup untuk membantu kendaraan listrik melanjutkan perjalanan menuju SPKLU PLN terdekat guna melakukan pengisian daya penuh.

“Inovasi ini diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi pemudik pengguna kendaraan listrik sehingga mereka tidak khawatir ketika melintas di wilayah Sragen,” kata Kukuh.

Leave a Reply