Nusatime.com, KARANGANYAR — Festival Literasi Pallawa (Pesona Literasi Lereng Lawu) 2026 di Karanganyar menarik perhatian masyarakat. Sehari setelah dibuka, sekitar 1.300 pengunjung mendatangi festival yang digelar di kompleks kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karanganyar tersebut.
Jumlah pengunjung diproyeksikan terus bertambah hingga mencapai sedikitnya 2.000 orang selama festival yang berlangsung selama empat hari, 29 September-2 Oktober 2026.
Kepala Disarpus Karanganyar, Nurhayati, mengatakan Pallawa 2026 mengusung tema “Membaca, Berkarya, dan Menginspirasi”. Festival tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk memperluas budaya membaca sekaligus mendekatkan masyarakat dengan sumber pengetahuan.
“Alhamdulillah antusiasme cukup besar. Ini menunjukkan kegiatan literasi tidak hanya menyasar kalangan pelajar atau pegiat literasi, tetapi mulai menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk mengenal buku, perpustakaan, serta berbagai kegiatan kreatif,” kata Nurhayati, Rabu (30/9/2026).
Menurut Nurhayati, penyelenggaraan Pallawa 2026 bertujuan meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Karanganyar. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan literasi.
Beragam kegiatan dan layanan disiapkan untuk menarik pengunjung. Selain pameran dan kegiatan membaca, Disarpus memperkenalkan sejumlah inovasi layanan literasi, termasuk Mobil Pijar dan Serbuk Berlian yang dikembangkan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar.
Dorong Literasi Anak Sejak Dini
Bunda Literasi Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Rober Christanto, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi perlu diikuti dengan penguatan gerakan membaca sejak usia dini.
Menurut Farida, Disarpus telah menyediakan berbagai fasilitas dan kegiatan ramah anak, seperti ruang bermain dan kelas menari di perpustakaan.
“Di perpustakaan sudah banyak yang dibuka untuk umum, seperti ruang bermain dan kelas menari. Pada kesempatan Pesona Literasi Lereng Lawu ini ada inovasi dari kerja sama Dinas Sarpus dengan Dinas Pendidikan, yaitu Serbuk Berlian,” kata Farida.
Serbuk Berlian merupakan program yang menyasar anak-anak jenjang taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Melalui program tersebut, anak-anak diajak mengenal aktivitas literasi sekaligus membangun kegemaran membaca sejak dini.
Farida mengatakan dirinya juga akan mengunjungi sekolah-sekolah untuk mendorong anak-anak agar lebih dekat dengan kegiatan membaca.
Upaya tersebut didukung Mobil Pijar atau Pengawal Literasi Maju Karanganyar. Mobil tersebut digunakan untuk menjemput anak-anak dari sekolah dan membawa mereka ke perpustakaan.
Dalam satu kegiatan, sekitar 15 anak dapat diajak mengunjungi perpustakaan. Mereka kemudian diperkenalkan dengan berbagai layanan perpustakaan sekaligus diajak membaca.
“Mobil Pijar itu nanti akan membawa anak-anak kurang lebih 15 anak untuk dibawa ke perpustakaan. Mereka diajak mengenal perpustakaan dan membaca di perpustakaan itu sendiri,” kata Farida.
Konsep jemput bola tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan perpustakaan. Anak-anak yang sebelumnya belum terbiasa berkunjung ke perpustakaan dapat memperoleh pengalaman langsung dan mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang membuka Festival Literasi Pallawa 2026 mewakili Bupati Karanganyar, juga menilai kegemaran membaca merupakan modal penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Wong nek seneng literasi, seneng moco, mesti dadi wong pinter. Kegemaran membaca adalah modal dasar bagi siapa saja untuk meningkatkan kualitas diri dan membuka wawasan luas,” tutur Adhe.
Selain kegiatan literasi, Pallawa 2026 diisi berbagai agenda untuk mengapresiasi pengembangan perpustakaan dan pelestarian pengetahuan daerah. Di antaranya penyerahan hadiah Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten 2026 serta sertifikat identifikasi naskah kuno dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk enam naskah bersejarah daerah.
Disarpus juga memperkenalkan Titik Baca Digital melalui hibah sebagai bagian dari penguatan layanan literasi berbasis teknologi.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Pallawa sebagai ruang perjumpaan masyarakat dengan buku, pengetahuan, kreativitas, dan karya. Antusiasme sekitar 1.300 pengunjung pada hari pertama menjadi gambaran awal partisipasi masyarakat dalam festival literasi di Karanganyar.

Leave a Reply