Nusatime.com, SEMARANG — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (Jateng-DIY) menutup operasional SPBU Sriwijaya Kota Semarang selama dua hari setelah insiden sepeda motor Yamaha Fiz R hangus terbakar dan peristiwa tersebut viral di media sosial.
Area Manager Communication dan Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jateng-DIY, Taufik Kurniawan, mengatakan bahwa SPBU Sriwijaya ditutup sementara untuk menjalani pembinaan. Pertamina juga telah memasang spanduk pemberitahuan kepada konsumen.
“Masa pembinaan ini bukan karena pelanggaran operasional atau pelanggaran prosedur di SPBU. Tetapi untuk memperkuat aspek awareness terhadap kejadian kemarin [motor terbakar],” ucap Taufik saat dikonfirmasi Espos, Senin (6/4/2026).
Pertamina juga menggandeng Damkar Kota Semarang memberikan pembekalan kepada seluruh petugas SPBU Sriwijaya agar mampu menghadapi situasi darurat. Terutama untuk mencegah kerugian yang lebih besar ketika adanya peristiwa kebakaran.
Taufik menambahkan bahwa petugas SPBU dan pemilik motor telah bertemu serta saling memaafkan pada Minggu (5/4/2026) sore. Mereka juga telah menyadari kesalahan dan kekurangannya masing-masing.
“Klarifikasi dari konsumen kendaraannya itu memang bermasalah. Ada kebocoran di bagian karbunya yang membuat api membesar. Dari operator kurang ideal memberikan respons dalam waktu 3 menit. Ada beberapa hambatan seperti masih melakukan pelayanan di pulau pompa dan pandangan yang terhalang,” imbuhnya.
Selain pembinaan sumber daya manusia, penutupan operasional ini juga dimanfaatkan Pertamina untuk perbaikan sarana dan fasilitas. Termasuk penataan peletakan APAR agar mudah digunakan.
“Kalau sudah terjadi kebakaran, di mana pun atau di area sekitar SPBU itu yang bicara soal kemanusiaan, bukan lagi operasional maupun bisnis. Sehingga wajib hukumnya bagi setiap orang yang ada di situ untuk membantu,” tegasnya.
Pemilik motor Yamaha Fiz R, Chiko Relisviano Ramadhan mengatakan telah memaafkan petugas SPBU Sriwijaya yang menghambat penanganan pemadaman sepeda motornya. Dia juga tidak menuntut dan telah mengikhlaskan insiden tersebut.
“Saya sudah memaafkan pihak SPBU, saya berharap jangan ada pegawai yang dipecat. Karena mereka punya keluarga dan menjadi tulang punggung sekaligus ayah bagi anak-anaknya,” pintanya.

Leave a Reply