Nusatime.com, SURABAYA-Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak alumni berdampak di sektor kelautan dan perikanan. Lyla Wulandari, alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), kini mengabdi sebagai penyuluh di Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan ditempatkan di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang.
Jembatan Ilmu dan Praktik Lapangan
Dalam perannya sebagai penyuluh, Lyla menjalankan peran penting sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik di lapangan. Ia mendampingi pelaku utama sektor perikanan seperti nelayan, pembudidaya, hingga pengolah produk agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Selama 11 tahun, ia konsisten mendampingi pelaku utama perikanan untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Lyla mengungkapkan bahwa tugasnya tidak hanya sebatas memberikan informasi, namun juga memastikan ilmu yang disampaikan dapat diterapkan. “Tugas penyuluh adalah menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan. Kami hadir agar inovasi dan teknologi tidak berhenti di teori, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Perannya sebagai edukator, alumnus FPK UNAIR ini aktif memberikan ilmu yang diperoleh selama kuliah kepada pelaku usaha perikanan yang mencakup teknik budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas.
“Ilmu yang saya dapatkan selama kuliah menjadi bekal utama untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produksi dan daya saing,” jelasnya.
Selain sebagai edukator, ia juga menjalani peran sebagai fasilitator. Ia membantu pelaku usaha memperoleh akses permodalan, bantuan pemerintah, sarana prasarana, serta membuka peluang pemasaran dan kemitraan.
“Pendampingan yang konsisten membuat pelaku usaha lebih percaya diri mengembangkan bisnis. Banyak yang kini mampu memperluas pasar melalui digitalisasi,” tambah Lyla.
Dari Kampus untuk Masyarakat
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengetahuan dan wawasan yang ia peroleh di Universitas Airlangga. “UNAIR memberikan pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang sangat aplikatif. Semua ilmu tersebut dapat diterapkan untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.
Di akhir, alumnus UNAIR ini menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan magang dan pengalaman lapangan bagi mahasiswa. “Banyak belajar melalui kesempatan magang, karena suatu hari pasti bermanfaat dan ilmunya terpakai di lapangan. Semua proses akan menghasilkan dampak bagi masyarakat. Yang paling penting, selamat menjalani proses,” tutupnya. (NA)

Leave a Reply