Nusatime.com, SRAGEN – Pembangunan lima jalan tembus menjadi sorotan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sragen 2026 yang digelar di Pendapa Sumonegaran Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen, Selasa (10/3/2026). Usulan ini bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama sekaligus membuka peluang perekonomian, terutama di wilayah utara Bengawan Solo.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sragen, Zubaidi, mengungkapkan kepada Espos, Rabu (11/3/2026), bahwa lima jalan tembus tersebut sudah disampaikan langsung kepada Bupati Sragen dalam forum Musrenbang.
Jalan tembus yang diusulkan meliputi:
- Jalan Nglembu-Pule
- Jalan Ketro-Slogo-Karangtalun-Purworejo
- Jalan Belukan-Gebang
- Jalan Jekawal-Banyurip
- Jalan Exit Tol Pungkruk-Tikungan Palma
Dampak Jalan Tembus bagi Mobilitas dan Ekonomi Lokal
Zubaidi menjelaskan, Jalan Nglembu-Pule menghubungkan Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Tangen sehingga jarak tempuh lebih dekat dan berpotensi meningkatkan perekonomian warga setempat. Sementara, Jalan Jekawal-Banyurip penting karena di sepanjang jalur tersebut banyak terdapat kandang ayam. Zubaidi mengaku saat menjabat pernah membangun jembatan di wilayah Banyurip, Jenar. Dia mengatakan jalur tembus itu akan menghubungkan wilayah Kecamatan Jenar dan Kecamatan Tangen.
Jalur Belukan-Gebang menghubungkan Sukodono dengan Mondokan hingga tembus ke Jalan Solo-Purwodadi. Jika tiga jalur ini terhubung, akan menjadi jalan lingkar terluar Sragen dan Grobogan, membuka daerah-daerah yang sebelumnya tidak tersentuh pembangunan dan menciptakan perekonomian baru, terutama di jalur Jenar-Mondokan.
Di barat, Jalur Ketro-Slogo-Karangtalun di Kecamatan Tanon bisa tembus ke Purworejo di Kecamatan Gemolong, yang akan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Brumbung-Gemolong.
Usulan terakhir berupa jalan tembus dari Exit Tol Pungkruk ke pusat Kota Sragen. Zubaidi mencontohkan Madiun dan Boyolali, di mana exit tol bisa langsung terhubung ke pusat pemerintahan. “Dengan jalur tembus, akses dari Pemda Sragen bisa langsung lurus ke exit tol tanpa perlu memutar melewati Pungkruk,” katanya.
Tanggapan Pemerintah
Ia menegaskan, semua usulan dikembalikan kepada Bupati Sragen. “Kami sebagai rakyat hanya bisa mengusulkan. Eksekusi tergantung pemimpinnya,” ujar Zubaidi.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyo, menyatakan semua usulan dan masukan diterima dan akan dipertimbangkan berdasarkan skala prioritas, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Leave a Reply