4 Masjid dan Gereja di Solo Siap Layani Pemudik Lebaran, Cek Daftarnya

4 Masjid dan Gereja di Solo Siap Layani Pemudik Lebaran, Cek Daftarnya
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Ahmad Ulin Nur Hafsun saat diwawancarai wartawan di Masjid Sheikh Zayed Solo, Selasa (22/4/2025). (Daerah/Candra Septian Bantara)

Nusatime.com, SOLO – Menyambut arus mudik Lebaran 2026/1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo menyiapkan fasilitas tempat istirahat bagi para pemudik yang melintasi Kota Solo. Layanan Rumah Ibadah Ramah Pemudik ini bukan hanya menyasar masjid namun juga vihara dan gereja.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Ulin Nur Hafsun, menyampaikan layanan tersebut digagas Kemenag RI dan dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan pemerintah daerah masing-masing.

Tahun sebelumnya, setidaknya ada enam masjid yang tersebar di Solo yang ditransformasi menjadi Rumah Ibadah Ramah Ibadah. Sementara tahun ini, lanjut dia, bukan hanya masjid namun juga sejumlah tempat ibadah agama lain juga ditransformasi sebagai Rumah Ibadah Ramah Pemudik.

“Khusus di Solo, kami sudah koordinasi dengan Pemerintah Kota Solo dan para pengurus empat rumah ibadah untuk bersama-sama menyambut pemudik yang melintasi Solo. Dengan begitu, tahun ini semangat toleransi bakal terasa kental karena setiap agama saling mendukung satu dengan lainnya,” kata Ulin saat diwawancarai Espos pada Senin (16/3/2026).

Adapun keempat rumah ibadah tersebut di antaranya:

  1. Masjid Sri Sarsanti Soejitno di Jl Joko Tingkir No 6, Pajang, Laweyan
  2. Masjid Al Muqorrobin di Jl Sumpah Pemuda No 23, Kadipiro, Banjarsari
  3. Vihara Dhamma Sundara  di Jl Ir Juanda No 223B, Pucangsawit, Jebres
  4. Gereja Baptis Indonesia (GBI) di Jl Slamet Riyadi St No 315, RT 001/RW 004, Penumping, Laweyan, Solo.

Fasilitas Penunjang

Rumah Ibadah Ramah Pemudik akan mulai beroperasi mulai 17 Maret – 27 Maret 2026. Saat ditanya fasilitas yang disediakan, Ulin menjelaskan selain buka 24 jam, juga akan disediakan sejumlah fasilitas seperti toilet, tempat istirahat yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, menu berbuka puasa dan makanan ringan, parkir, dan pengisian daya.

“Untuk kapasitas semuatnya tempat ibadah masing-masing. Pemudik juga tidak perlu menyiapkan syarat apa pun, artinya hanya tinggal datang dan melapor kepada relawan yang nanti bertugas berjaga di sana,” kata dia.

Dengan adanya fasilitas ini, ia berharap para pemudik bisa lebih nyaman dalam perjalanan kembali ke kampung halaman. “Selain itu, kita juga bersama-sama menjaga toleransi umat beragama. Karena nanti jika ada perayaan hari besar keagamaan lainnya yang membutuhkan fasilitas yang sama juga akan disediakan seperti tahun lalu saat Nataru,” tutupnya.

Pemberitaan Espos sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor dalam rangka menghadapi momen perayaan sejumlah hari besar agama dalam waktu dekat. Salah satunya terkait penyediaan rest area untuk pemudik pada masa angkutan mudik Lebaran 2026.

Untuk itu, Respati menyebut sejumlah rumah ibadah di Solo bisa digunakan oleh pemudik sebagai tempat istirahat sementara atau rest area. Selain rumah ibadah, ia memastikan setiap kantor kecamatan dan kelurahan di Solo juga bisa dijadikan sebagai rest area.

“Terkait rumah singgah, atau tempat-tempat ibadah seperti masjid dan gereja bisa dijadikan tempat untuk rest area para pemudik dan kami juga menyediakan kantor-kantor kecamatan dan kelurahan untuk dijadikan rest area,” kata dia.

Leave a Reply