Pembagian Living Cost Haji di Donohudan, Jemaah Tersenyum

Pembagian Living Cost Haji di Donohudan, Jemaah Tersenyum
Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Sulistiyowati (kedua dari kanan), berbincang dan memberikan uang saku atau living cost kepada jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) 6 asal Brebes saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Rabu (22/4/2026). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo bersama BPKH dan Bank BRI menerapkan layanan terpadu satu atap atau one stop service untuk jemaah calon haji saat masuk asrama. Jemaah langsung menjalani pengecekan kesehatan, pemberian gelang, penyerahan uang saku, serta pemeriksaan dokumen visa dan paspor sehingga proses lebih ringkas dan jemaah dapat fokus beristirahat di asrama. (Daerah/J Howi Widodo).

Nusatime.com, BOYOLALI — Jemaah calon haji kloter 6 asal Brebes dan kloter 1 asal Tegal tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada 21–22 April 2026. Kedatangan mereka disambut dengan layanan terpadu yang mempermudah seluruh proses awal keberangkatan menuju Tanah Suci.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank BRI menerapkan layanan one stop service. Dalam sistem ini, jemaah langsung menjalani pemeriksaan kesehatan, pengambilan data, pemasangan gelang identitas, pengecekan dokumen, hingga penerimaan uang saku atau living cost secara terintegrasi.

Momen pembagian uang saku berlangsung hangat, termasuk saat Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistiyowati dan petugas Bank BRI menyerahkan bantuan kepada jemaah secara simbolis. Sejumlah jemaah tampak tersenyum saat menerima living cost yang menjadi bekal awal selama di asrama haji.

Dengan sistem layanan terpadu ini, proses kedatangan jemaah menjadi lebih cepat, ringkas, dan tertib. Jemaah pun dapat lebih fokus beristirahat di asrama sebelum melanjutkan rangkaian persiapan keberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci.

Leave a Reply