Nusatime.com, SOLO – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Sugeng Rahayu terjadi di kawasan Jembatan Jurug perbatasan Solo-Karanganyar, pada Kamis (19/3/2026) dini hari. Kronologi kecelakaan tersebut bermula sejak perjalanan dari Surabaya hingga berujung tabrakan keras di lokasi kejadian.
Salah satu penumpang, Anang, 50, warga Weru, Sukoharjo, mengungkapkan perjalanan sudah terasa janggal sejak awal keberangkatan. Ia naik bus sekitar pukul 07.15 WIB dari Surabaya setelah sempat menunggu karena armada yang dijanjikan mengalami kendala.
“Awalnya dibilang ada bus, tapi rusak. Lalu ada bus jurusan Solo yang seperti dipaksakan berangkat,” ujarnya.
Selama perjalanan, Anang menilai kondisi pengemudi tidak stabil. Bus disebut melaju dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali melakukan manuver berisiko, termasuk saling salip dengan kendaraan lain.
“Dari awal sopirnya sudah tidak tenang, jalannya juga tidak beraturan,” katanya.
Situasi semakin tegang menjelang lokasi kejadian. Saat memasuki kawasan Jembatan Jurug sekitar pukul 02.30 WIB, bus berada di posisi diapit kendaraan lain, dengan mobil di sisi kanan dan sepeda motor di sisi kiri.
Di saat bersamaan, menurut keterangan kernet bus, Aslam, 23, terdapat sepeda motor yang terparkir di tepi jembatan, yang diduga membuat pengemudi kaget.
Kondisi tersebut membuat sopir kesulitan mengambil ruang aman. Untuk menghindari sepeda motor di kiri, pengemudi akhirnya membanting setir ke kanan.
“Di kanan ada mobil, di kiri ada motor. Mau ambil kiri takut nabrak, akhirnya banting ke kanan,” ujar Anang.
Manuver mendadak itu membuat bus kehilangan kendali dan langsung menghantam tiang jembatan. Benturan keras menyebabkan suasana di dalam bus panik. Dua penumpang dilaporkan terlempar, satu di antaranya hingga keluar bus dan jatuh di trotoar.
Bus yang dikemudikan Ipi, 47, warga Surabaya, saat itu membawa sekitar 25 penumpang. Selain penumpang, seorang pengendara sepeda motor juga dilaporkan menjadi korban setelah diduga terserempet bagian belakang bus.
Secara keseluruhan, sekitar empat orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke RSUD dr Moewardi Solo untuk mendapatkan perawatan medis.
Beruntung, keberadaan pagar pembatas di lokasi diduga mencegah bus terjun lebih jauh, sehingga potensi korban jiwa yang lebih besar dapat dihindari.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Leave a Reply