Nusatime.com, SEMARANG — Malam takbiran di Kota Semarang, Jawa Tengah, berlangsung meriah pada Jumat (20/3/2026) malam. Lampu-lampu kota berpadu dengan kerlip obor yang dibawa warga, menciptakan suasana semarak di sepanjang jalan.
Perayaan terpusat di kawasan Simpang Lima. Dari titik tersebut, arak-arakan takbir keliling mengalir menuju Jalan Gajah Mada. Berbagai kelompok peserta tampil dengan kreativitas masing-masing, membawa beragam replika yang menarik perhatian.
Di antara barisan peserta, tampak replika masjid dengan kubah berkilau dari kertas warna-warni. Ada pula bentuk ikan hias raksasa, unta, hingga gajah yang digerakkan beberapa orang. Sejumlah peserta juga menampilkan replika tengkorak hingga figur wali yang diarak dengan khidmat di tengah gema takbir.
Suara takbir menggema dari kendaraan bak terbuka yang dilengkapi pengeras suara sederhana. Irama bass dari sound system menambah semarak suasana malam takbiran. “Bagus-bagus, kerajinannya bisa bergerak,” ujar Eca, 25, warga asal Jawa Timur yang melintas saat pawai berlangsung.
Memasuki Jalan Depok, suasana semakin padat. Kendaraan, pejalan kaki, hingga peserta pawai berbaur dalam keramaian. Meski demikian, suasana tetap kondusif tanpa hiruk pikuk klakson.
Sebagian pengendara bahkan memilih berhenti, mematikan mesin, dan ikut menyaksikan pawai. Tidak sedikit yang mengabadikan momen dengan ponsel. “Macetnya karena banyak yang berhenti, ikut rombongan dan foto-foto,” ujarnya.
Arak-arakan berlanjut hingga Jalan Thamrin. Sesekali, langit malam dihiasi letupan petasan yang disambut tawa anak-anak. Asap tipis bercampur dengan suasana hangat keramaian.
Menjelang akhir pawai, irama mulai melambat. Obor tetap menyala dan gema takbir masih terdengar, meski tidak sekuat sebelumnya. Warga larut dalam suasana kebersamaan menyambut hari kemenangan.
Malam takbiran di Semarang tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga ruang kebersamaan. Warga, peserta pawai, hingga pengguna jalan menyatu dalam satu arus, merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita.

Leave a Reply