Calon Haji asal Magetan Wafat di Tanah Suci setelah 3 Pekan Jalani Perawatan

Calon Haji asal Magetan Wafat di Tanah Suci setelah 3 Pekan Jalani Perawatan
Imam Subakti menunjukkan foto kakaknya, H Akhmad Suryani, calon haji asal Magetan, Jawa Timur, yang meninggal di Tanah Suci, Kamis (28/5/2026). (Daerah/Imam Mustajab)

Nusatime.com, MAGETAN — Kabar duka datang dari rombongan haji asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seorang calon haji bernama H Akhmad Suryani, warga Dukuh Jetis, Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, meninggal dunia di Tanah Suci setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit pada Selasa (26/5/2026) pukul 20.20 waktu Arab Saudi.

Sebelum wafat, pria berusia 60 tahun itu diketahui sempat menjalani perawatan selama sekitar tiga pekan di salah satu rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Adik almarhum, Imam Subakti, mengatakan keluarga menerima kabar duka tersebut pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Selama dirawat, lanjut Imam, kondisi kesehatan almarhum sempat naik turun. “Kami mendapat kabar [H Akhmad Suryani] meninggal sekitar pukul 00.30 WIB. Sebelumnya beliau memang sudah dirawat sekitar tiga minggu di rumah sakit di Jeddah. Sempat koma lalu sadar lagi,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurut Imam, kondisi kesehatan kakaknya mulai menurun sejak berada di Tanah Suci hingga akhirnya tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji secara normal. Meski demikian, keluarga mengaku ikhlas atas kepergian almarhum.

Ia menjelaskan almarhum berangkat haji bersama istrinya, Ririn Nurhayati. Sebelum keberangkatan, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes dan jantung. Namun kondisinya dinilai layak berangkat setelah mengantongi sertifikat istithaah.

“Kondisinya saat itu cukup baik dan masih bisa beraktivitas normal. Kami menerima dengan ikhlas. Itu sudah menjadi takdir dan pilihan terbaik dari Allah,” imbuhnya.

Sakit Diabetes dan Hipertensi

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini, membenarkan almarhum memiliki riwayat diabetes dan hipertensi sebelum keberangkatan. Namun kondisi tersebut masih dinilai terkendali.

Menurut Ida, kesehatan almarhum mulai menurun setelah tiba di Madinah akibat kelelahan perjalanan dan cuaca panas. Saat berada di Makkah, almarhum kemudian dirawat di Rumah Sakit King Faisal karena mengalami gangguan pernapasan.

“Selama perawatan beliau sempat dipasang alat bantu pernapasan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Meski wafat sebelum seluruh rangkaian ibadah selesai, Ida memastikan ibadah haji almarhum tetap dilanjutkan melalui mekanisme badal haji oleh petugas pembimbing ibadah di sektor Makkah.

“Beliau sudah melaksanakan umrah wajib. Untuk rangkaian Armuzna juga sudah dibadalkan oleh pembimbing ibadah yang bertugas,” ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magetan memastikan kondisi jemaah haji asal Magetan lainnya secara umum dalam keadaan sehat. Pemantauan kesehatan terus dilakukan melalui komunikasi dengan para ketua kloter di Tanah Suci.

“Secara umum jemaah haji Magetan dalam kondisi sehat. Memang ada yang mengeluhkan cuaca panas, tetapi tidak ada laporan sakit serius,” jelas Ida.

Leave a Reply