Nusatime.com, MAGETAN — Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur melakukan pemetaan potensi kerawanan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban wisatawan.
Kasubdit Audit KMA Ditpamobvit Polda Jatim AKBP Fatahul Asmi mengatakan pemetaan tersebut dilakukan untuk memberikan rekomendasi pembenahan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terutama pengelola kawasan wisata Telaga Sarangan.
“Produk yang kami buat dalam bentuk saran dan rekomendasi kepada pihak pengelola. Kami menemukan beberapa potensi kerawanan yang nanti akan kami sampaikan kepada pihak pengelola,” ujar Asmi dalam keterangannya, di Magetan, Sabtu (8/8/2026), sebagaimana dilansir Antara.
Poin pembenahan yang menjadi perhatian Polda Jatim meliputi penataan parkir, kondisi pagar, kamera pengawas (CCTV), hingga bekas longsor di bibir telaga.
“Poinnya banyak, tapi itu sudah risk assesment tahun lalu, dan tahun ini risk assesment ulang melihat hasil tahun lalu itu ditindaklanjuti atau tidak. Hasilnya, sudah banyak yang ditindaklanjuti,” katanya pula.
Pengelola Diminta Lengkapi SOP
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan Didik Kurniyawan mengatakan sejumlah poin masukan yang diberikan tim Polda Jatim sebenarnya sudah diantisipasi oleh pengelola.
“Beberapa poin yang menjadi catatan oleh tim ini sudah dilakukan oleh teman-teman di lapangan maupun oleh kami di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Hanya secara administrasi belum secara lengkap tertulis pada dokumen terutama untuk SOP-nya. Jadi PR kami adalah melengkapi dokumen terkait dengan SOP yang ada di Telaga Sarangan,” katanya.
Terkait rekomendasi lainnya, pihaknya menyatakan akan menampungnya untuk pembahasan lebih lanjut. Langkah tersebut diharapkan dapat mewujudkan Sapta Pesona, khususnya aspek keamanan dan ketertiban di kawasan wisata Telaga Sarangan.
“Kami sangat berterima kasih pada Polda Jatim karena dengan dilaksanakannya risk assessment ini dapat memberikan kami gambaran atau celah-celah dimana kekurangan kami sehingga dapat dibenahi ke depannya,” kata Didik.
Telaga Sarangan merupakan kawasan wisata di lereng Gunung Lawu yang ramai dikunjungi wisatawan setiap tahun. Data Disbudpar Magetan menunjukkan destinasi unggulan tersebut dikunjungi 1.094.668 wisatawan sepanjang 2025 dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp20,202 miliar.
Jumlah kunjungan tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 1.080.666 wisatawan dengan capaian PAD sebesar Rp20,102 miliar.
Didik menambahkan pelaksanaan risk assessment tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pelayanan yang lebih baik dan profesional kepada wisatawan.

Leave a Reply