Nusatime.com, SOLO — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mengimbau agar jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter-kloter akhir menjaga stamina fisik selama di Tanah Suci.
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menyoroti secara khusus jemaah yang berangkat pada hari-hari terakhir hingga penutupan di Kloter 81 pada Kamis (21/5/2026) mendatang. Saat mereka mendarat di Arab Saudi, kondisi Kota Makkah dipastikan sudah sangat padat.
Ia mengatakan tantangan terberat bagi jemaah kloter akhir adalah minimnya waktu jeda untuk memulihkan diri. Setibanya di Makkah, mereka dituntut segera menyelesaikan ibadah umrah wajib (umrah qudum). Setelah itu, jemaah hanya memiliki waktu istirahat yang sangat singkat sebelum dimulainya pergerakan menuju Padang Arafah.
“Kondisi di Makkah sudah sangat crowded [padat]. Maka jemaah harus menyiapkan diri sejak sekarang,” katanya ketika ditemui awak media saat jumpa pers di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Minggu (17/5/2026).
Ia meminta calon haji begitu sampai di Makkah segera melaksanakan ibadah umrah. Setelah selesai, calon haji harus betul-betul beristirahat karena dua atau tiga hari berikutnya sudah langsung memasuki puncak ibadah haji ke Arafah.
Fitriyanto mengingatkan rangkaian puncak ibadah haji yakni di Arafah, Muzdalifah, dan Mina adalah fase yang paling menguras tenaga. Rangkaian ini sebagian besar dilakukan di ruang terbuka atau padang pasir yang membutuhkan ketahanan fisik ekstra.
“Tentu ini butuh tenaga dan energi yang sangat besar untuk melaksanakan puncak haji ini. Maka jemaah di kloter-kloter akhir harus benar-benar menyiapkan diri,” imbuhnya.
PPIH memberikan penekanan khusus terkait konsumsi obat-obatan dan pola makan. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit bawaan diwanti-wanti agar tidak abai meminum obat secara rutin.
“Bagi yang sakit atau yang biasa mengonsumsi obat rutin, tentu obatnya jangan sampai tertinggal. Sembari menunggu keberangkatan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina, mereka harus tetap meminum obat, menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga makan yang teratur. Harapannya, mereka bisa berada dalam kondisi yang fit seratus persen untuk menuntaskan ibadah,” katanya.
Sementara itu, Fitriyanto menyebut hingga hari ini sudah ada 75 kelompok terbang (kloter) telah sukses masuk asrama dan diterbangkan ke Tanah Suci tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah sejak kloter 1 sampai 75 berjalan lancar. Saat ini tinggal enam kloter lagi yang akan diberangkatkan,” katanya.

Leave a Reply