BGN Setop Sementara Operasional 8 SPPG Program MBG di 4 Kecamatan Kota Solo

BGN Setop Sementara Operasional 8 SPPG Program MBG di 4 Kecamatan Kota Solo
Aktivitas dapur SPPG MBG. (Ilustrasi AI-ChatGPT)

Nusatime.com, SOLO Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop sementara operasional delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kota Solo, Purwanti, mengatakan ada delapan dapur SPPG program MBG dihentikan sementara oleh BGN. Penyetopan itu terkait pemenuhan syarat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Per tanggal 25 Mei ada delapan SPPG berhenti sementara terkait pemenuhan IPAL yang belum sesuai,” kata dia melalui Whatsapp kepada Espos, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, delapan SPPG yang berhenti sementara itu meliputi dua SPPG di Kecamatan Laweyan, tiga SPPG di Kecamatan Banjarsari, dua SPPG di Kecamatan Jebres, dan satu di Kecamatan Serengan.

Dia menjelaskan sebagian penerima manfaat disuplai dari SPPG lain yang beroperasi. Penerima manfaat pelajar kebetulan sedang menjalani ujian di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan penghentian sementara operasional SPPG di Solo karena belum memenuhi persyaratan, terkait instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Penghentian sementara dicabut jika perbaikan IPAL sesuai standar sudah terpenuhi.

SPPG bisa beroperasi kembali jika memenuhi persyaratan yang ditentukan. “Kalau berbenah baru sanksi dicabut,” kata Respati kepada wartawan ditemui wartawan di SMPN 25 Solo, Rabu (3/6/2026) pagi.

Sebelumnya, Pemkot Solo kembali menggelar showcase atau pameran program MBG kedua saat Car Free Day (CFD) di depan Graha Wisata Niaga, Solo, Minggu (10/5/2026) pagi. Wali Kota Solo, Respati Ardi, secara terbuka mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif memberikan kritik dan masukan terkait kualitas menu yang disajikan.

Respati mengatakan pameran tersebut sengaja digelar sebagai bentuk uji publik. Menurut dia, evaluasi langsung dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengukur tingkat kelayakan dan penerimaan siswa terhadap variasi menu SPPG.

“Jadi melalui showcase kedua ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat sekaligus meminta masukan. Kami ingin mendengar langsung kira-kira menunya kurang seperti apa, apakah bisa diterima? Kami akan terus berbenah ke depannya untuk program MBG ini,” ungkap Respati di sela-sela kegiatan, Minggu (10/5/2026).

Leave a Reply