Nusatime.com, BOYOLALI — Rombongan konvoi pesilat melakukan pengrusakan dengan melempar batu ke arah bengkel mobil di wilayah Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Senin (29/6/2026) dini hari. Akibatnya, tiga mobil pelanggan bengkel tersebut rusak dan sejumlah kaca bangunan bengkel serta kaca rumah di sebelah timur bengkel rusak.
Rombongan konvoi itu juga sempat menganiaya karyawan bengkel yang kebetulan berada di lokasi. Salah seorang karyawan bengkel yang juga korban, Adam, menceritakan saat kejadian sekitar lima orang karyawan bengkel tengah nongkrong di depan bengkel.
Karyawan juga berpakaian biasa, bukan hanya warna hitam tapi juga ada yang putih dan sebagainya. Lokasi bengkel diketahui berada di sisi selatan jalan, sedangkan rombongan konvoi pesilat berada di sisi utara atau berjalan dari barat ke timur.
“Ada kesalahpahaman sepertinya, dikiranya kami mengacungkan jari tengah padahal enggak, kepada rombongan konvoi dari barat, terus pada menyeberang ke sini. Padahal kami pegawai sini, kejadian sekitar pukul 02.00 WIB sampai sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Adam kepada Espos, Senin.
Dalam pantauan Espos, terlihat pecahan kaca masih berada di sekitar mobil dan area rumah yang menjadi tempat tidur karyawan. Adam mengatakan saat itu karyawan bengkel ingin menonton apa yang terjadi di luar.
Mereka setiap harinya memang tidur di bengkel. Nahas, malam itu Adam juga menjadi korban pemukulan rombongan konvoi tapi ia mengaku tidak terluka. Ia dan kawan-kawannya kemudian berhasil kabur ke arah belakang dan bersembunyi di rumah warga.
Kemudian, rombongan konvoi pesilat juga menyerang dengan melempar batu ke arah bengkelnya. Hasilnya kaca tiga mobil milik pelanggan pecah dan sejumlah badan mobil rusak. Lalu, kaca di bangunan bengkel sekaligus tempat tidur mereka pecah. Kaca di rumah warga di sebelah timur bengkel pecah.
3 Insiden Libatkan Pesilat
Polisi kemudian datang ke lokasi untuk mengamankan lokasi kejadian. “Kerugian sekitar Rp15 juta. Ini kami laporkan ke polisi dulu,” kata dia.
Adam sebenarnya maklum konvoi itu dilakukan karena euforia para pesilat. Akan tetapi, ia meminta agar konvoi tidak mengganggu ketertiban umum dan anarkistis. Apalagi sampai menyebabkan kerugian di tempatnya bekerja.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan saat konvoi pesilat pada Senin dini hari terjadi tiga kejadian. Pertama, pembacokan dua orang dan pembakaran sepeda motornya di Trosobo, Sambi, pada Senin pukul 00.30 WIB, lalu pembacokan dua orang dan pembakaran sepeda motor di Banyudono, dan ketiga, penyerangan di bengkel OJ Shock, Teras, Boyolali.
Ia mengatakan arus lalu lintas saat kejadian sempat stuck atau berhenti karena banyaknya rombongan konvoi dari arah barat atau Semarang dan timur atau Solo.
“Sekitar tujuh orang terduga pelaku langsung memukul karyawan OJ Shock yang ada di bengkel tersebut. Kemudian, mereka juga memecahkan kaca tiga mobil di situ dengan menggunakan batu. Lalu, memecahkan kaca bangunan bengkel dan kaca jendela rumah warga di sisi timur bengkel. Pelaku kemudian lari,” kata dia.
Win mengatakan kepolisian saat ini sedang mendalami kasus untuk mengungkap pelaku. Ia menambahkan sebenarnya personel kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan penyekatan dan mengatur lalu lintas. “Kebanyakan memang yang ikut konvoi itu pengombyong. Kebanyakan pengombyong karena baru selesai pengesahan [warga baru],” kata dia.

Leave a Reply