Nusatime.com, SOLO — Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Solo untuk tidak menyelenggarakan kegiatan takbir keliling pada malam Hari Raya Idulfitri. Sebagai gantinya, warga diajak untuk memusatkan kegiatan syiar keagamaan di masjid maupun musala lingkungan masing-masing.
Imbauan ini ditegaskan Kapolresta seusai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral (Linsek) bersama Wali Kota Solo Respati Ardi, belum lama ini. Kombes Pol Catur menyebut imbauan ini disampaikan guna menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Solo.
Tak hanya itu, menurutnya, nuansa kemenangan menyambut Lebaran akan jauh lebih terasa khidmat jika gema takbir dikumandangkan dari rumah ibadah. Takbir keliling yang menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya, lanjutnya, justru berisiko memicu kemacetan, polusi suara, hingga potensi gesekan antarkelompok.
”Dalam Rakor Linsek sudah dibahas bahwa takbir keliling diharapkan tidak dilaksanakan. Lebih baik memakmurkan masjid atau musala di kampung, RT/RW, maupun lingkungan sekitar sehingga nuansa takbiran lebih terasa,” kata dia saat ditemui awak media, belum lama ini.
Ia juga menyayangkan jika semangat takbir malam Lebaran tumpah ruah ke jalanan sementara tempat ibadah di perkampungan justru sepi dari aktivitas. “Daripada takbir keliling di jalan, tetapi masjidnya tidak ada yang melakukan takbiran,” tambahnya.
Gandeng Ormas dan Lembaga Keagamaan
Guna memastikan imbauan ini sampai ke akar rumput, Polresta Solo tidak bergerak sendiri. Kepolisian telah berkoordinasi dengan berbagai elemen lintas sektoral dan organisasi keagamaan untuk memberikan edukasi kepada jamaah, termasuk di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Solo, dan perkumpulan takmir masjid.
Selain itu, kepolisian juga menggandeng sejumlah organisasi seperti Nahdlatul Ulama Solo, Muhammadiyah Solo, LDII, MTA, dan sebagainya. Melalui imbauan ini, Polresta Solo berharap malam takbiran di Solo tetap terjaga muruahnya sebagai malam yang penuh makna spiritual.
Dengan berkurangnya mobilitas massa di jalan raya, petugas kepolisian dapat lebih fokus pada pengamanan titik-titik vital dan memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi pemudik yang masuk Kota Solo.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan ini sebagai upaya bersama menciptakan suasana Solo yang nyaman, aman, dan tenteram bagi siapa saja yang merayakan Idulfitri di kota ini,” tutupnya.
Sebelumnya, Polresta Solo mengungkan bakal mendirikan enam pos untuk pelayanan pemudik yang masuk dan keluar Kota Solo selama masa angkutan mudik hari raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Pos tersebut akan ditempatkan di berbagai lokasi yang menjadi lokasi masuk para pemudik.
Adapun keenam pos tersebut yakni:, Pos Pelayanan (Posyan) di Benteng Vastenburg, Pos Terpadu di kawasan Terminal Tirtonadi, Pos Pengamanan (Pospam) di kawasan Faroka, Pos Pengamanan (Pospam) di kawasan Jurug, Pos Pemantauan (Pospan) di kawasan Banyuanyar, dan Pos Pemantauan (Pospan) di Tugu Makutha.
Leave a Reply