GPM di Terminal Jungke Karanganyar Diserbu Warga, Pangan Murah Ludes

GPM di Terminal Jungke Karanganyar Diserbu Warga, Pangan Murah Ludes
Warga antre pasar murah yamh digelar Pemkab bersama Polda Jateng di Terminal Jungke pada Jumat (13/3/2026).

Nusatime.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggencarkan operasi pasar murah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menstabilkan pasokan dan harga pangan menjelang Lebaran.

Kali ini, GPM digelar di Terminal Jungke Karanganyar pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan gerakan pangan murah serentak oleh Polda Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Bulog dan Bank Indonesia (BI).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas pangan yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran langsung habis dalam waktu singkat.

Ratusan warga telah memadati lokasi sejak pagi hari. Mereka rela mengantre untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan program tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

“Gerakan pangan murah ini untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.

Feriana menjelaskan selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini pihaknya telah menggelar empat kali kegiatan GPM di sejumlah wilayah Karanganyar. Tiga kegiatan sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Gondangrejo pada 20 Februari, Kecamatan Mojogedang pada 27 Februari, serta Terminal Matesih pada 6 Maret.

“Pelaksanaan hari ini merupakan GPM yang keempat sekaligus terakhir dalam rangkaian kegiatan menjelang Idulfitri,” katanya.

Menurutnya, kegiatan GPM kali ini mendapat dukungan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo serta penyediaan komoditas pangan dari Perum Bulog Cabang Surakarta.

Berbagai komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram yang dijual seharga Rp57.000 per karung atau sekitar Rp11.400 per kilogram.

Selain itu tersedia gula pasir seharga Rp17.000 per kilogram dan minyak goreng Rp15.000 per liter.

GPM tersebut juga menyediakan beras produksi Gapoktan Nangsri, Kebakkramat seharga Rp13.000 per kilogram, telur ayam produksi kelompok peternak Ngunut, Jumantono seharga Rp25.000 per kilogram, serta daging ayam dari Koperasi Ternak Pandeyan, Tasikmadu yang dijual Rp38.000 per kilogram.

“Kami juga menjual bawang merah, bawang putih, berbagai jenis cabai dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), aneka ikan laut segar, serta berbagai sayuran hasil produksi petani dari Kecamatan Jatiyoso,” katanya.

Feriana mengakui antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang sudah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.

Salah satu warga Tasikmadu, Suwanti, mengaku datang sejak pagi untuk membeli kebutuhan pokok murah. Ia berhasil mendapatkan beras SPHP ukuran 5 kilogram dan dua liter minyak goreng.

Namun ia mengaku kecewa karena tidak kebagian telur ayam yang sudah lebih dulu habis dibeli pengunjung lain.

“Tadi dapat beras sama minyak, tapi telur sudah habis duluan,” katanya.

Leave a Reply