Nusatime.com, KARANGANYAR — Warga Dusun Tawang, Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, dibuat geger oleh kemunculan sosok yang diduga pocong pada Jumat (29/5/2026) malam. Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memicu pencarian besar-besaran oleh warga hingga larut malam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 19.00 WIB saat seorang warga lanjut usia bernama Toyo hendak berangkat menunaikan salat Isya ke masjid. Saat keluar rumah, ia mengaku melihat sosok menyerupai pocong berdiri di depan rumahnya.
Karena terkejut, Toyo segera kembali masuk ke dalam rumah dan memanggil anaknya. Anak Toyo kemudian mencoba memastikan keberadaan sosok tersebut melalui jendela rumah dan mengaku melihat hal yang sama.
Salah satu warga RT 002/RW 001 Dusun Tawang, Kamto, mengatakan dirinya ikut melakukan pencarian setelah mendengar teriakan warga.
“Jadi saya mau salat juga waktu itu. Begitu ada orang teriak pocong-pocong, langsung datang dan ikut melakukan pencarian,” kata Kamto kepada Espos, Sabtu (30/5/2026).
Menurut cerita yang ia dengar dari keluarga Toyo, sosok tersebut kemudian bergerak ke arah utara. Salah seorang anak Toyo sempat berusaha mengejarnya hingga ke area kebun jagung yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Katanya lari ke arah utara. Dikejar sampai kebun jagung yang tanamannya sedang tinggi-tinggi, tapi kemudian hilang dan tidak ditemukan lagi,” ujarnya.
Kabar kemunculan sosok misterius itu dengan cepat menyebar ke lingkungan sekitar hingga media sosial. Dalam waktu singkat, lokasi kejadian dipadati warga yang datang untuk memastikan informasi tersebut.
“Cepat sekali menyebarnya. Banyak kendaraan masuk ke lokasi. Warga dari sekitar sini langsung mencari,” katanya.
Warga kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik, termasuk kebun jagung dan kebun tebu di sekitar Dusun Tawang. Pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB, namun tidak membuahkan hasil.
“Dicari sampai malam, ke kebun jagung dan kebun tebu, tapi tidak ketemu,” ujar Kamto.
Sejumlah warga yang mengaku melihat sosok tersebut menyebut gerakannya menyerupai pocong, yakni melompat-lompat. Meski demikian, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan identitas sosok tersebut ataupun apakah itu benar-benar seseorang yang mengenakan kostum tertentu.
Menyikapi kejadian tersebut, warga bersama pengurus lingkungan berencana kembali mengaktifkan ronda malam yang selama ini tidak berjalan secara rutin. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang sengaja menyamar untuk tujuan tertentu.
“Sudah dibicarakan dengan Pak RW. Ronda malam akan diaktifkan lagi. Warga juga waspada, jangan sampai ada orang yang menyamar untuk modus tertentu,” katanya.
Hingga Sabtu pagi, keberadaan sosok yang diduga pocong tersebut masih menjadi misteri. Peristiwa itu pun terus menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Dusun Tawang dan wilayah sekitar Desa Macanan.

Leave a Reply