Baznas Karanganyar Ditarget Pengumpulan Zakat Naik dan Transparan

Baznas Karanganyar Ditarget Pengumpulan Zakat Naik dan Transparan
Bupati Karanganyar Rober Christanto melantik Pimpinan Baznas periode 2026-2031 di Rumah Dinas Bupati pada Rabu (28/7/2026). (Daerah/Indah Septiyaning Wardani)

Nusatime.com, KARANGANYAR — Kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar resmi berganti. Lima pimpinan Baznas periode 2026–2031 dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (29/7/2026).

Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2021–2026. Pengurus baru langsung dibebani target meningkatkan penghimpunan dan penyaluran zakat agar melampaui capaian periode sebelumnya.

Lima pimpinan Baznas Karanganyar periode 2026–2031 yang dilantik yakni Dr. H. Anas Aijudin, S.Sos.I., M.Hum., Danang Warsito, S.Kep., Joko Sutrisno, S.H., M.M., Kustiyono, A.Md., dan Santoso, S.P.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengatakan kinerja Baznas Karanganyar selama ini menunjukkan tren yang terus meningkat. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tantangan bagi kepengurusan baru untuk tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat.

“Baznas dari periode para pendahulu terus meningkat dan makin bagus. Ini menjadi tugas bagi pengurus yang baru agar pengumpulan maupun penyaluran zakat bisa lebih baik lagi,” kata Rober.

Menurut dia, transparansi menjadi faktor utama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui Baznas. Karena itu, seluruh proses mulai dari penghimpunan hingga pendistribusian dana harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

“Kalau alur penerimaan dan penyaluran ini transparan, masyarakat Karanganyar akan semakin percaya dan tidak ragu berzakat melalui Baznas,” ujarnya.

Rober berharap kepengurusan baru yang diisi perpaduan tokoh masyarakat dan kalangan profesional mampu menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan program-program yang telah berjalan baik. Pemkab Karanganyar juga menargetkan Baznas menjadi salah satu lembaga pengelola zakat terbesar di Jawa Tengah hingga tingkat nasional.

Ketua Baznas Karanganyar periode 2026–2031, Kustiyono, mengatakan kepengurusan baru akan melanjutkan berbagai program yang dinilai berhasil sekaligus menyempurnakan sektor yang masih perlu ditingkatkan.

Salah satu target utama yang dipasang ialah memperluas jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) melalui program ekstensifikasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Karanganyar.

“Kami akan memaksimalkan jumlah UPZ sehingga potensi penghimpunan zakat bisa terus meningkat,” ujarnya.

Kustiyono mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Selain mempertahankan capaian Baznas Karanganyar sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah, kepengurusan baru juga ditargetkan mengembalikan posisi Karanganyar sebagai daerah dengan penghimpunan zakat terbaik setelah saat ini berada di peringkat kedua di bawah Banyumas.

Menurut dia, target tersebut akan ditempuh melalui penguatan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berlima solid. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis bisa mempertahankan capaian yang ada, bahkan membawa Baznas Karanganyar lebih baik lagi,” katanya.

Ia menambahkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Baznas Karanganyar saat ini mencapai sekitar Rp23 miliar per tahun. Meski perolehan setiap bulan mengalami fluktuasi, tren tahunan masih menunjukkan peningkatan sehingga pihaknya optimistis target penghimpunan dapat terus ditingkatkan selama lima tahun ke depan.

Leave a Reply