Nusatime.com, KARANGANYAR — Polres Karanganyar memetakan potensi kerawanan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang kedua yang dijadwalkan digelar pada 18 Februari 2027.
Polisi menyiapkan personel hingga melakukan pemetaan karakteristik wilayah untuk mengantisipasi potensi gesekan selama tahapan Pilkades. Pilkades gelombang kedua di Kabupaten Karanganyar ini akan diikuti 144 desa yang tersebar di 16 kecamatan.
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan persiapan pengamanan dilakukan sejak jauh hari. Selain menyiapkan personel, kepolisian melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi memiliki tingkat kerawanan berbeda.
“Yang kita laksanakan sekarang adalah menyiapkan pengamanan. Tentunya menyiapkan pengamanan, kemudian melakukan sosialisasi juga kepada para calon untuk bisa menjaga kondusivitas Karanganyar,” kata Arman kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Menurut Arman, seluruh calon kepala desa juga akan diminta menaati aturan dan ketentuan yang berlaku selama tahapan Pilkades. Hal itu dinilai penting untuk mencegah perbedaan pilihan politik berkembang menjadi persoalan di tengah masyarakat.
Polres Karanganyar, lanjut dia, saat ini masih melakukan pemetaan. Penentuan tingkat kerawanan tidak hanya melihat kondisi wilayah, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman pengamanan Pilkades sebelumnya.
“Penyiapan personel untuk nantinya melaksanakan pengamanan serta pemetaan terhadap potensi-potensi kerawanan,” ujarnya.
Arman mengatakan belum semua wilayah yang akan mengikuti Pilkades dapat dikategorikan berdasarkan tingkat kerawanannya. Polisi masih mengumpulkan dan menyesuaikan data dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Masih sementara kita kondisikan, masih kita petakan untuk sekarang ini. Kita lihat karakteristik wilayah, kita lihat pengamanan bagaimana sebelumnya dan nanti kita menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada,” jelasnya.
Menurut dia, pemetaan tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi. Dengan mengetahui karakteristik dan potensi persoalan di masing-masing wilayah sejak awal, pola pengamanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
“Pengamanan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah,” kata Arman.
Selain pengamanan, polisi juga akan melakukan pendekatan kepada para calon kepala desa. Para calon diharapkan tidak hanya mengikuti seluruh tahapan sesuai aturan, tetapi juga ikut menjaga situasi tetap aman selama proses Pilkades berlangsung.
Tahapan persiapan Pilkades kini mulai berjalan. Polisi mengingatkan seluruh calon dan pihak yang terlibat agar mengikuti aturan serta bersama-sama menjaga kondusivitas sehingga pelaksanaan Pilkades di 144 desa dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Imbauan menjaga kondusivitas juga disampaikan Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo. Dia meminta perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak sampai memicu keributan maupun perpecahan di tengah masyarakat. Bagus menilai perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah pesta demokrasi. Namun, hubungan sosial antarwarga harus tetap dijaga meskipun pilihan calon kepala desa berbeda.
“Jaga pesta demokrasi dengan aman, dengan silaturahmi yang baik. Jangan sampai terjadi perpecahan, keributan yang menimbulkan permasalahan,” kata Bagus.
Dia berharap seluruh pihak, mulai dari calon kepala desa, pendukung, hingga masyarakat, dapat mengikuti tahapan Pilkades sesuai ketentuan. Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya pemungutan suara, tetapi juga situasi masyarakat yang tetap aman setelah proses pemilihan.
Bagus juga menjelaskan bahwa sejumlah kebutuhan Pilkades menjadi kewenangan Pemkab antara lain penyediaan surat suara, undangan pemilih, kotak suara, serta perlengkapan pencoblosan lainnya. Penganggaran kebutuhan tersebut dilakukan melalui perubahan APBD. Menurut Bagus, kecukupan anggaran menjadi ranah eksekutif karena Pemkab yang melakukan perhitungan kebutuhan penyelenggaraan Pilkades.
“Kalau soal anggaran cukup atau tidak, itu ranahnya eksekutif. Mestinya sudah dihitung,” katanya.
Pilkades serentak gelombang kedua di Karanganyar dijadwalkan berlangsung pada 18 Februari 2027. Pemilihan tersebut mencakup 144 desa di 16 kecamatan. Dengan jumlah desa yang cukup banyak, persiapan pengamanan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

Leave a Reply