Nusatime.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar US$144,9 miliar atau setara Rp2.590,2 triliun berdasarkan kurs JISDOR 29 Mei 2026 yang berada di level Rp17.883 per dolar AS.
Jumlah tersebut turun dibandingkan posisi akhir April 2026 yang tercatat sebesar US$146,2 miliar. Jika ditarik ke data historis, posisi cadangan devisa Mei 2026 menjadi yang terendah sejak Juni 2024 atau dalam 23 bulan terakhir.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Selain itu, terdapat faktor penopang berupa penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah.
“Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik,” jelas Denny dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Menurut Denny, posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Angka tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada pada level sekitar tiga bulan impor.
Karena itu, BI menilai cadangan devisa Indonesia masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Rupiah Terus Melemah
Bank Indonesia juga meyakini ketahanan sektor eksternal tetap terjaga seiring persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang dinilai masih menarik.
“Sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” lanjut Denny.
Ia menambahkan BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal.
Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah masih berlanjut dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, kurs rupiah berada di level Rp18.039 per dolar AS pada perdagangan Jumat (5/6/2026).
Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sekitar 7,86% dibandingkan awal tahun dan menjadi level terendah rupiah terhadap dolar AS sepanjang sejarah.
Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Cadangan Devisa RI Turun ke US$144,9 Miliar pada Mei 2026, Terendah sejak Juni 2024“.

Leave a Reply