Bulog Usul Beras SPHP Berganti Nama Jadi Beras Kita

Bulog Usul Beras SPHP Berganti Nama Jadi Beras Kita
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) didampingi Direktur SDM dan Transformasi Bulog Ade Prastya Nurdin (kanan) memperlihatkan beras kemasan Beras Kita di Jakarta, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Harianto

Nusatime.com, JAKARTA—Perum Bulog mengusulkan perubahan merek beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita. Pergantian identitas tersebut diharapkan membuat produk beras pemerintah lebih mudah dikenali masyarakat sekaligus memperkuat citra pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.

“Kami sudah lapor ke Pak Mentan rencana produk baru dari Bulog yaitu Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium,” kata Rizal seusai menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurut Rizal, penggunaan nama Beras Kita terinspirasi dari produk pangan pemerintah lain seperti Minyakita dan Gula Manis Kita yang dinilai lebih mudah diingat masyarakat.

Bulog menargetkan memproduksi sekitar 2 juta ton Beras Kita untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial setelah memperoleh persetujuan pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Hadir dalam Varian Premium dan Medium

Rizal menjelaskan tulisan SPHP tetap dicantumkan pada kemasan dalam ukuran lebih kecil, sedangkan Beras Kita menjadi identitas utama pada bagian depan kemasan.

Bulog juga akan memasarkan produk tersebut dalam kemasan 5 kilogram, meski tidak menutup kemungkinan menghadirkan ukuran lain sesuai kebutuhan pasar.

Varian Beras Kita Premium akan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kadar air 14 persen dan tingkat pecahan 15 persen. Beras tersebut akan melalui proses penyortiran dan pemolesan sehingga memenuhi standar kualitas beras premium.

Sementara itu, beras hasil penyerapan Bulog tetap berasal dari beras medium sebelum diproses untuk meningkatkan kualitasnya.

Rizal menegaskan beras SPHP yang saat ini masih beredar tetap dipasarkan seperti biasa selama masa transisi. Perubahan yang diusulkan hanya menyangkut identitas merek dan kemasan, sedangkan kualitas serta fungsi beras sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga tetap dipertahankan.

Bulog berharap proses persetujuan pemerintah dapat segera selesai sehingga produksi dan distribusi Beras Kita bisa segera dimulai.

Leave a Reply