Tradisi Among-among Warnai Pagi Idulfitri Warga Glagahwangi Polanharjo Klaten

Tradisi Among-among Warnai Pagi Idulfitri Warga Glagahwangi Polanharjo Klaten
Warga antre berbagi sedekah dalam tradisi among-among di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Sabtu (21/3/2026). (Istimewa/dokumentasi warga)

Nusatime.com, KLATEN — Warga Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten, menggelar tradisi among-among pada Sabtu (21/3/2026) pagi sebelum melaksanakan Salat Idulfitri.

Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana berbagi sedekah antarwarga menjelang Lebaran. Salah satu kegiatan among-among digelar warga Dukuh Daguran.

Sejak dini hari hingga menjelang waktu Subuh, warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berkeliling kampung mendatangi rumah-rumah warga.

Mereka mengetuk pintu sambil mengucapkan “among-among”. Warga yang berada di dalam rumah biasanya sudah memahami tradisi tersebut dan keluar untuk membagikan uang dengan nominal bervariasi antara Rp2.000 hingga Rp5.000.

Suasana penuh keceriaan pun memecah keheningan pagi buta saat warga saling berinteraksi dalam tradisi tersebut.

Salah satu warga, Maulana Zubair, mengatakan tradisi among-among telah berlangsung sejak lama di wilayah tersebut. Pada masa lalu, warga biasanya membagikan nasi bancakan gudangan.

Namun seiring perkembangan waktu, sedekah tersebut kini lebih banyak diganti dengan uang.

Maulana menegaskan tidak ada paksaan bagi setiap keluarga untuk berbagi dalam tradisi ini. Warga memberikan sedekah sesuai kemampuan masing-masing.

“Kami tentu berharap tradisi ini bisa terus terawat. Selain sebagai wujud syukur, tradisi ini menjadi bagian untuk merawat kerukunan warga,” kata Maulana kepada Espos, Sabtu.

Sementara itu, warga Dukuh Daguran lainnya, Dea, 27, mengatakan kegiatan among-among dimulai sejak sekitar pukul 03.00 WIB.

Warga terlebih dahulu berkumpul sebelum berkeliling kampung untuk menjalankan tradisi tersebut. “Alhamdulillah, tadi dapat Rp120.000,” ujar Dea.

Leave a Reply