Nusatime.com, KLATEN — Hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, Rabu (4/3/2026) sore. Fenomena hujan es dilaporkan terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Manisrenggo dan Kecamatan Prambanan.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang beterbangan. Selain itu, sejumlah pohon tumbang sempat menghambat akses jalan.
Camat Manisrenggo, Wachyu Adhy Pratomo, membenarkan hujan es disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 14.15 WIB.
Peristiwa itu mengakibatkan pohon tumbang dan sempat menutup jalan. Selain itu, kandang ayam milik warga di Dukuh/Desa Solodiran roboh dengan ukuran 80 meter x 11 meter.
Wachyu menjelaskan dampak angin kencang terjadi di dua wilayah, yakni Desa Solodiran dan Taskombang.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Kalau jumlah rumah yang terdampak sekitar 10 sampai 15 rumah. Sekarang dalam proses penanganan,” jelas Wachyu saat dihubungi Espos, Rabu.
Hujan Es di Prambanan, Butiran Sebesar Kelereng
Fenomena hujan es juga terjadi di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan.
Salah satu warga Desa Kebondalem Lor, Agus, menyebut hujan es mengguyur wilayahnya secara merata dengan ukuran butiran sebesar kelereng. Durasi hujan es berlangsung sekitar 10–15 menit.
“Untuk dampak kerusakan tidak ada. Ada pohon tumbang karena kencangnya angin. Yang jelas fenomena hujan es parah baru kali ini. Kalau biasanya butiran sedikit. Kalau ini tadi banyak dan merata,” kata Agus.
Delapan Desa di Enam Kecamatan Terdampak
Petugas Pusdalops BPBD Klaten, Indiarto, menjelaskan dampak hujan lebat disertai angin kencang terjadi di enam kecamatan.
Di Manisrenggo, kejadian pohon tumbang dan atap rusak dilaporkan terjadi di Desa Solodiran, Taskombang, dan Nangsri.
Di Kecamatan Prambanan, satu pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Kokosan. Kejadian serupa juga terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, yang sempat menghalangi akses jalan.
Sementara itu, di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, tanggul Sungai Dengkeng mengalami longsor. Di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, satu rumah di pinggir sungai dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian fondasi.
Di Desa Mrisen, Kecamatan Juwiring, pohon tumbang juga dilaporkan menghalangi jalan. “Total kejadian menonjol pada 4 Maret 2026 ini berada di delapan desa enam kecamatan,” jelas Indiarto kepada wartawan, Rabu.
Hingga malam hari, petugas masih melakukan pendataan serta penanganan di sejumlah titik terdampak cuaca ekstrem tersebut.
Leave a Reply