Nusatime.com, KLATEN – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting di Kabupaten Klaten saat ini mengasuh kurang lebih 500 anak. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Klaten menargetkan jumlah anak asuh pada program itu terus bertambah.
Selain pemberian nutrisi rutin, PKK secara rutin memberikan fasilitas pemijatan untuk anak asuh. Ketua TP PKK Klaten Fahrani Hamenang menjelaskan ada lebih dari 500 anak asuh dalam program Genting. Program yang bergulir sejak 2025 lalu itu dilakukan PKK di tiap tingkatan mulai dari kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan.
Di tingkat kabupaten, ada 11 anak yang masuk kategori stunting menjadi anak asuh. “Masing-masing itu mempunyai anak asuh, baik kami berikan nutrisi maupun edukasi serta bantuan air bersih dan sebagainya,” kata Fahrani saat ditemui wartawan seusai rapat koordinasi program Genting di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (4/6/2026).
Pemberian nutrisi dilakukan rutin selama enam bulan berturut-turut. Nutrisi yang diberikan berupa kudapan dan diserahkan setiap pagi. Tak hanya menyerahkan, setiap anggota PKK diminta memastikan nutrisi yang diberikan benar-benar dikonsumsi anak asuh.
“Jangan sampai sudah susah payah memasak, tapi nanti dikonsumsi oleh orang lain. Jadi salah sasaran,” ungkap Fahrani.
Evaluasi Rutin
Evaluasi juga dilakukan secara rutin. Setiap pekan, PKK mengevaluasi makanan apa saja yang disukai maupun tidak disukai anak. “Makanan apa saja yang tidak disukai anak, nanti akan kami ganti. Untuk jenisnya beragam ada makaroni schotel, kroket daging, dan sebagainya,” kata Fahrani.
Setiap enam bulan, PKK menggelar evaluasi serta penimbangan berat badan anak dan menunjukkan tren positif. Selain pemberian nutrisi, Fahrani menjelaskan ada kegiatan pemijatan bayi secara gratis kepada para anak asuh.
“Jadi bagaimana bayi ini diberi stimulasi agar dia makannya banyak. Tentu saja tim penggerak PKK, ada atau tidak ada Program Genting, pasti akan mengedukasi para orang tua untuk pola asuh dan pola makan anak ini akan terus kami edukasi,” ungkap Fahrani.
Fahrani mengungkapkan jumlah anak asuh ditargetkan bertambah pada tahun ini. Hal itu untuk mendukung target yang dimiliki Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) Klaten.
“Penanganan stunting itu tidak bisa hanya satu organisasi saja atau Pemda saja yang menangani. Harus bergandengan tangan, harus bersama-sama dalam rangka menetaskan stunting. Harapannya nanti setelah adanya program genting ini, stunting di Kabupaten Klaten akan berangsur turun dan tidak ada pertambahan stunting lagi. Artinya ketika ada kelahiran bayi itu benar-benar bayi sehat yang bebas stunting,” jelas Fahrani.
Ketua Tim Kerja Peran Serta Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga di Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nasri Yatiningsih, mengatakan Genting menjadi program prioritas di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk mencegah stunting.
Peran Sektor Swasta
Prinsip dari Program Genting yakni gerakan gotong royong melibatkan seluruh pihak mulai dari BUMN, BUMD, perguruan tinggi serta berbagai elemen. “Program Genting ini tidak menggunakan dana APBN atau dana APBD. Jadi murni pengelolaan dana dari masyarakat yang diharapkan dapat berpartisipasi membantu mencegah anak stunting di lingkungan terdekatnya,” jelas Nasri.
Di Jateng, target Genting pada 2025 yakni sebanyak 149.000 anak asuh. Targetnya naik pada 2026 sebanyak 168.000 anak asuh. Program Genting menjadi upaya penanganan stunting di saat ada efisiensi anggaran pada APBN maupun APBD. “Harapannya semua sektor terkait swasta, perorangan, komunitas ikut berpartisipasi untuk mencegah stunting,” jelas Nasri.
Dia mengungkapkan seluruh kabupaten/kota di Jateng berperan aktif dalam program Genting. Dia mencontohkan di Klaten jumlah anak asuh melampaui target dari sekitar 4.000 anak tercapai 7.000 anak pada 2025 atau 153 persen.
“Artinya, seluruh masyarakat Klaten aktif di program Genting. Jadi enggak hanya bantuan nutrisi saja tetapi ada bantuan non-nutrisi yang diberikan,” jelas Nasri.
Kepala Dissos P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, menjelaskan rapat koordinasi Genting dilakukan untuk menggencarkan lagi program tersebut pada tahun ini. “Tahun ini targetnya naik menjadi 6.000 anak asuh. Nah, ini suatu tantangan lagi di masa-masa efisiensi anggaran, kami mengoptimalkan gotong royong melalui program seperti ini,” jelas Puspo.

Leave a Reply