Nusatime.com, LAMPUNG SELATAN—Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Imbauan itu disampaikan setelah gunung api di Selat Sunda tersebut sempat mengalami tujuh kali erupsi pada Rabu (8/7/2026).
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengatakan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara visual maupun menggunakan peralatan instrumental.
“Kami terus mengimbau warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta memperoleh informasi dari BPBD maupun instansi berwenang agar tidak menimbulkan keresahan,” kata Andi, Kamis (9/7/2026), sebagaimana dikutip dari Antara.
Menurut Andi, pada Rabu (8/7/2026) Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami tujuh kali erupsi sejak tengah malam hingga pukul 12.00 WIB. Setelah itu, aktivitas vulkaniknya kembali menurun.
“Karakter Gunung Anak Krakatau memang seperti itu. Ketika energinya habis, aktivitas akan kembali tenang sampai energi baru kembali terbentuk. Tetap waspada, tetapi masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.
Ketinggian Gunung Kini Tinggal 157 Mdpl
Andi menjelaskan tinggi Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl), jauh lebih rendah dibandingkan sebelum longsoran yang memicu tsunami pada 2018 ketika ketinggiannya mencapai sekitar 338 mdpl.
“Pada saat itu beban di puncaknya jauh lebih besar dan mampu mendorong air laut hingga ke daratan. Saat ini ketinggiannya sekitar 157 mdpl. Mudah-mudahan apabila terjadi longsoran, dampaknya tidak akan sebesar yang pernah terjadi,” jelasnya.
Menurut Andi, potensi dampak yang paling mungkin dirasakan masyarakat selama aktivitas vulkanik berlangsung adalah hujan abu, terutama apabila arah angin mengarah ke daratan Lampung.
“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat cukup menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik. Hingga saat ini belum terdapat dampak langsung yang membahayakan masyarakat,” katanya.
PVMBG mengimbau masyarakat terus memantau informasi resmi dari instansi berwenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Leave a Reply