Pekerja Proyek Asal Probolinggo Meninggal di Kebakkramat, Polisi Ungkap Sebabnya

Pekerja Proyek Asal Probolinggo Meninggal di Kebakkramat, Polisi Ungkap Sebabnya
Tim kesehatan tengah melakukan pemeriksaan terhadap jasad pekerja proyek yang ditemukan meninggal dunia pada Senin (13/4/2026).

Nusatime.com, KARANGANYAR — Seorang pekerja proyek konstruksi ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan di Dukuh Kemiri RT 002/RW 014, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Senin (13/4/2026). 

Korban diketahui bernama Ponimin, 61, warga Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, menjelaskan korban sebelumnya masih beraktivitas seperti biasa di lokasi proyek tempatnya bekerja di wilayah Kebakkramat.

“Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB korban masih masuk kerja seperti biasa. Namun sekitar pukul 09.30 WIB korban mengeluh sesak napas, pusing, dan mual hingga muntah,” ujarnya kepada Espos.

Lebih lanjut, Wikan mengatakan melihat kondisi tersebut, salah satu rekan kerja kemudian mengantar korban kembali ke rumah kontrakan untuk beristirahat. Setelah itu, rekan korban kembali melanjutkan pekerjaan di proyek. Sekitar pukul 11.45 WIB, dua rekan korban lainnya pulang ke kontrakan saat jam istirahat. Saat memasuki rumah, salah satu saksi mendapati korban sudah dalam kondisi jatuh tersungkur di bagian belakang rumah.

“Saksi kemudian bersama rekannya berusaha menolong korban dengan mengangkat ke dalam rumah. Namun korban sudah tidak memberikan respons,” jelasnya.

Mengetahui kondisi tersebut, Wikan mengatakan rekan korban segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Kebakkramat sekitar pukul 12.10 WIB. Petugas kepolisian bersama tim kesehatan dari Puskesmas Kebakkramat I langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lecet di bagian dagu, pundak kiri, dan bibir bagian dalam.

“Luka tersebut diduga akibat benturan saat korban terjatuh. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” kata AKP Wikan.

Ia mengatakan dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, korban sebelumnya memang mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak sehat saat bekerja. Oleh karena itu, kuat dugaan korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya serta kondisi fisik yang melemah. Ia menambahkan petugas kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, antara lain menerima laporan, mendatangi dan mengamankan TKP, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis dan Inafis.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Hasilnya, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum.

“Keluarga korban juga tidak berkenan dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi,” tambahnya.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga dan relawan ke kampung halaman di Kabupaten Probolinggo untuk dimakamkan.

Leave a Reply