Nusatime.com, BOYOLALI — Polres Boyolali menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pesilat yang terjadi di Jalan Solo–Semarang, tepatnya di kawasan Rest Area Banyudono, pada malam 1 Sura atau Rabu (17/6/2026) dini hari. Polisi menyebut aksi tersebut dipicu motif dendam pribadi, bukan konflik antarkelompok perguruan silat.
Wakapolres Boyolali, Kompol Novilia Andrias Lio Kurniasih, mengatakan empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AT, 19, F, 19, MZ, 19, warga Boyolali, serta seorang anak berinisial MG, 16, asal Sukoharjo.
Menurut Novilia, para tersangka dijerat Pasal 262 ayat (1) atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau pidana denda paling banyak kategori V,” kata dia dalam konferensi pers di Mapolres Boyolali, Senin (6/7/2026).
Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, membenarkan korban dan para pelaku berasal dari dua perguruan silat yang berbeda. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, motif utama aksi tersebut dipicu persoalan pribadi.
“Akan tetapi motifnya dendam pribadi,” jelasnya.
Indra menjelaskan peristiwa bermula pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Korban bersama kakaknya berangkat untuk menyusul kegiatan doa bersama perguruan silat di Boyolali setelah menunggu kakaknya pulang bekerja.
Setibanya di lokasi, korban mendapati kegiatan tersebut telah berpindah tempat. Dalam perjalanan, korban kemudian dihadang sekelompok orang di depan Rest Area Banyudono.
“Kemudian acara tersebut berubah, di mana korban belum tahu kalau berubah. Kemudian waktu perjalanan, tiba-tiba korban dihadang segerombolan orang berjumlah sekitar sepuluh orang di depan Rest Area Banyudono,” kata dia.
Korban kemudian diduga dianiaya menggunakan balok, pipa besi, tendangan, serta pukulan hingga akhirnya melarikan diri dan bersembunyi di permukiman warga.
Polisi Ungkap Peran Masing-masing Tersangka
Setelah situasi dinilai aman, korban kembali ke lokasi untuk mengambil sepeda motornya. Namun kendaraan tersebut telah dirusak dan dibakar.
“Dan ternyata motor korban sudah diamankan oleh orang yang bekerja digudang Shopee. Dan setelah korban melihat motor beat warna putih miliknya tersebut ternyata sudah dirusak dan dibakar,” kata dia.
Polisi menemukan bagian bawah sepeda motor terbakar, bodi kendaraan rusak, jok tersayat benda tajam, serta dompet dan identitas korban yang disimpan di dalam jok hilang. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyudono.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menangkap empat tersangka, yakni AT, F, MZ, dan MG.
Penyidik juga mengungkap peran masing-masing tersangka dalam aksi tersebut.
Tersangka F diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh serta memukul korban satu kali menggunakan tangan kosong. Sementara MZ diduga memukul punggung korban dua kali menggunakan papan.
Adapun AT disebut sebagai pihak yang berperan mengoordinasikan aksi kekerasan tersebut.
“Tersangka AT adalah otak dari serangkaian peristiwa kekerasan tersebut. AT melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara melempar bom molotov ke sepeda milik korban. Dikarenakan api molotov mati, AT membakarnya,” kata dia.
Sementara itu, MG yang masih berstatus anak diduga memukul punggung korban menggunakan selang sebanyak lima kali.
“Tersangka melakukan hal tersebut dengan maksud akan balas dendam terkait adanya peristiwa kekerasan yang terjadi sebelumnya,” kata ia.
Sebelumnya diberitakan, bentrokan yang diduga melibatkan dua kelompok perguruan silat terjadi di kawasan Rest Area Banyudono setelah malam 1 Sura, Rabu (17/6/2026) dini hari. Dalam kejadian itu, satu unit sepeda motor milik salah satu peserta bentrokan sempat terbakar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Banyudono, AKP Tri Hartono, mengatakan bentrokan terjadi saat aparat melakukan pengamanan kegiatan doa bersama salah satu perguruan silat di wilayah Boyolali.
Saat peristiwa berlangsung, pemilik sepeda motor menyelamatkan diri, sedangkan warga membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.
“Motor yang terbakar itu yang rombongan dari barat, dari Singkil. Kalau yang timur dari mana enggak tahu, karena begitu kejadian langsung lari. Cepat sekali kejadiannya,” kata dia.

Leave a Reply