TNI AD Buka Suara soal Viral Ajudan Danrem Ikut Jogja Marathon

TNI AD Buka Suara soal Viral Ajudan Danrem Ikut Jogja Marathon
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat jumpa pers di Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026). ANTARA/Walda Marison

Nusatime.com, JAKARTA—Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan seorang ajudan perwira TNI AD saat mengikuti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026, Minggu (21/6/2026).

Video tersebut ramai beredar di media sosial dan diunggah oleh sejumlah akun, salah satunya @eventlari.id. Dalam video itu terlihat adanya perdebatan antara panitia dan rombongan peserta yang kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan insiden tersebut terjadi karena kesalahpahaman antara petugas pengawas lintasan dan ajudan Danrem 072/Pamungkas.

“Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung,” kata Donny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/6/2026), seperti dikutip dari Antara.

Donny menjelaskan perwira tinggi yang dimaksud adalah Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono selaku Danrem 072/Pamungkas.

Saat mengikuti ajang lari tersebut, Yuniar hadir bersama istri, seorang anak, dan ajudannya. Menurut Donny, keempatnya terdaftar sebagai peserta resmi dan memiliki tiket serta nomor identitas peserta atau BIB yang diterbitkan panitia.

BIB Ajudan Diduga Terlepas

Menurut Donny, masalah muncul ketika BIB milik ajudan diduga terlepas saat perlombaan berlangsung di lintasan yang padat peserta.

“Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” ungkap Donny.

Kondisi itu membuat petugas menghentikan ajudan yang saat itu sedang berlari sambil mendokumentasikan Danrem 072/Pamungkas selama perlombaan berlangsung.

Momen penghentian tersebut kemudian terekam dan beredar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono sempat berdebat dengan petugas karena ajudannya diberhentikan.

Meski demikian, Donny menegaskan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui komunikasi langsung antara seluruh pihak yang terlibat.

“Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik,” ujar Donny.

TNI AD juga mengapresiasi panitia yang dinilai tetap menjalankan tugas secara profesional dalam menjaga ketertiban serta menerapkan aturan perlombaan.

Selain itu, Donny mengimbau masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak menarik kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” ucap Donny.

Leave a Reply