Nusatime.com, SOLO — Siswa SD Negeri Kedunglumbu, Pasar Kliwon, Solo, terlibat aktif dalam kegiatan pengelolaan bank sampah di lingkungan sekolah, Jumat (8/5/2026). Dalam aksi ini, para siswa mempraktikkan langsung cara memilah limbah hingga menimbang botol plastik yang telah mereka kumpulkan. Pendampingan dari para guru menjadi kunci agar edukasi mengenai klasifikasi sampah organik dan anorganik dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta didik.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya konkret sekolah dalam memberikan edukasi dini mengenai manajemen limbah. Dengan mengangkat dan menimbang sendiri sampah mereka, para siswa diajak untuk lebih peduli terhadap dampak barang sisa terhadap lingkungan. Edukasi praktis seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sejak dini.
Langkah SDN Kedunglumbu ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam memitigasi krisis sampah. Fokus utama dari gerakan bank sampah sekolah ini adalah mengurangi beban penumpukan sampah yang selama ini mengalir deras ke TPA Putri Cempo. Sinergi antara dunia pendidikan dan kebijakan daerah menjadi langkah strategis untuk memperpanjang usia pakai tempat pembuangan akhir tersebut.
Melalui kegiatan ini, kepedulian siswa diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi juga menular hingga ke lingkungan rumah tangga. Penanaman nilai-nilai menjaga lingkungan ini menjadi investasi jangka panjang bagi Kota Solo untuk menciptakan kota yang lebih bersih dan sehat. Dengan pengelolaan sampah yang tepat, setiap botol plastik yang terkumpul menjadi bukti kecil dari kepedulian yang besar.

Leave a Reply