Akui Ada Catatan, Legislator Ingatkan Dampak Positif Haul Solo

Akui Ada Catatan, Legislator Ingatkan Dampak Positif Haul Solo
Anggota DPRD Solo dari Pasar Kliwon, Salim. (Istimewa)

Nusatime.com, SOLO — Anggota DPRD Solo dari daerah pemilihan Pasar Kliwon, Salim, mengakui ada beberapa catatan dari pelaksanaan Haul Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi akhir pekan lalu.

Namun, dia berharap masyarakat bisa melihat penyelenggaraan Haul Solo secara utuh. Sebab, acara tahunan tersebut juga memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat Solo.

“Terima kasih untuk tamu haul dari berbagai penjuru dunia sudah hadir ke Solo. Alhamdulillah haul tahun ini sukses dan meledak. Kita lihat tamu sampai Perempatan Gemblegan dan hampir di Perempatan Ketandan. Artinya acara ini sukses besar,” ujar dia, Selasa (6/10/2026).

Namun, Salim mengakui ada beberapa catatan atau evaluasi terkait pelaksanaan Haul Solo. Salah satunya terkait tarif parkir kendaraan para tamu. Kendati sudah diingatkan sebelumnya, masih saja terjadi tarif parkir yang ngepruk kepada jemaah.

“Terkait parkir yang viral di medsos, masih terjadi ngepruk harga. Satu hari tamu haul datang jam 01.00 WIB-02.00 WIB dikepruk harga Rp250.000. Juga ada ormas mendapat informasi ada yang menarik per mobil Rp600.000 dalam dua hari,” tutur dia.

Catatan lain menurut Salim terkait banyaknya pengemudi ojek online atau ojol. Menurut dia, akan lebih baik jika ada lokasi khusus bagi pengemudi ojol untuk mengambil atau menurunkan penumpang. Jangan sampai aktivitas pengemudi ojol mengganggu para pelaku UMKM.

Catatan lain dalam penyelenggaraan Haul Solo, diakui Salim, terkait banyaknya sampah. Kondisi tersebut menurut dia wajar mengingat banyaknya jemaah yang menghadiri Haul Solo. Hal yang mesti dipersiapkan adalah bagaimana sampah yang ada bisa cepat dipindahkan ke TPA Putri Cempo.

“Berapa puluh ribu orang datang, luar biasa, sehingga tentu ada efek sampah. Bahkan di konser musik apa pun, pasti ada sampah. Tapi ini sudah gerak cepat, sudah diantisipasi, artinya selesai haul, tiga hari ke depan sampah akan selesai. Saya sudah kontak Pak Camat, tiga hari kemudian insyaallah sudah beres semua,” terang dia.

Salim mengusulkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo memberdayakan warga setempat untuk membantu mengurus sampah.

“Mungkin dari DLH bisa kerja sama dengan RW/RT, padat karya, ada warga yang dibayar untuk mengambil sampah-sampah itu biar cepat. SDM DLH kan tidak banyak. Mungkin bisa padat karya, ikut sertakan warga untuk mengambil sampah,” urai dia.

Lebih jauh, Salim mengingatkan acara Haul Solo telah memberikan dampak positif bagi banyak warga Solo. Salah satunya dampak ekonomi, yaitu larisnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner maupun oleh-oleh. Selama tiga hari acara puncak Haul Solo, penjaja kuliner dan oleh-oleh mengalami peningkatan pendapatan.

“Dari segi ekonomi, ini perlu dimunculkan juga, UMKM semua laku. Tukang becak, teman-teman ojol, sehari bisa dapat Rp700.000. Lha ini selama tiga hari, tinggal dikalikan saja. Kalau kondisi normal atau biasa bisa dapat Rp200.000 saja sudah bagus,” urai dia.

Dampak positif lain dari penyelenggaraan Haul Solo menurut Salim adalah penuhnya okupansi sejumlah hotel di Pasar Kliwon dan sekitarnya.

“Banyak juga di antara para tamu haul mampir ke Masjid Sheikh Zayed Gilingan, dan bersilaturahmi ke rumah Pak Jokowi,” terang dia.

Leave a Reply