Nusatime.com, WONOGIRI — Asale atau asal usul Watu Lumpang Wonogiri menjadi salah satu cerita rakyat yang hingga kini masih dipercaya warga Dusun Jaten, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono. Batu lumpang yang berada tepat di tengah jalan desa itu dipercaya berkali-kali kembali ke posisi semula meski telah dipindahkan dalam berbagai kesempatan.
Keberadaan batu tersebut bahkan membuat Dusun Jaten lebih dikenal sebagai Kampung Lumpang, julukan yang melekat karena tiga batu lumpang kuno yang berada di kawasan tersebut.
Batu yang Konon Selalu Kembali ke Tempat Semula
Salah seorang warga Desa Tanggulangin, Nandar Suyadi, menceritakan terdapat tiga batu lumpang yang posisinya saling berdekatan. Masing-masing berada di pinggir jalan, di halaman rumah warga, serta satu batu yang paling ikonik tepat berada di tengah jalan desa.
Menurut Yadi, masyarakat setempat meyakini ketiga lumpang tersebut merupakan peninggalan seorang pertapa sakti bernama Sapu Arap Sapu Angin bersama dua putrinya, Marnis dan Marning, yang dipercaya moksa.
“Mbah-mbah terdahulu bercerita batu lumpang yang di tengah jalan itu sudah tiga kali coba dipindahkan. Pertama pada zaman dahulu dipindah agak jauh ke tegalan karena ada pembentukan jalan, tetapi batu itu mendadak balik lagi ke tempat awal,” ujar Yadi saat dihubungi Espos, Jumat (24/7/2026).
Upaya pemindahan kedua dilakukan saat proyek penataan jalan batu pada 1994. Kala itu, warga menggeser batu berdiameter sekitar setengah meter tersebut ke tepi jalan. Namun, tanpa diketahui siapa yang memindahkannya, batu itu kembali berada di tengah jalan.
Fenomena serupa kembali terjadi pada 2004 ketika jalan desa pertama kali diaspal. Demi memperlancar akses kendaraan, batu lumpang kembali dipinggirkan. Namun, keesokan harinya batu tersebut kembali berada di posisi semula.
“Karena selalu balik, akhirnya pada 2021 lalu warga sepakat tidak lagi memindahkan batu tersebut saat perbaikan jalan. Posisinya dipasang rangka besi penutup lalu ditimbun material pelapis. Uniknya, setiap diaspal, titik di atas lumpang itu selalu berlubang dan muncul kembali,” terang dia.
Jejak Folklor Kampung Lumpang
Yadi menambahkan, batu lumpang di pinggir jalan juga pernah menjadi sasaran penggalian liar oleh warga luar desa yang tergiur isu adanya harta karun di bawah batu tersebut. Pelaku yang tertangkap kemudian dibawa ke kepolisian dan diminta mengembalikan kondisi tanah seperti semula.
Terpisah, Kepala Desa Tanggulangin, Marsih, membenarkan cerita tutur yang berkembang mengenai Watu Lumpang tersebut. Menurutnya, keberadaan batu bersejarah itu kini menjadi identitas khas Dusun Jaten hingga dikenal luas sebagai Kampung Lumpang.
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita yang berkembang di masyarakat, Asale atau asal usul Watu Lumpang Wonogiri telah menjadi bagian dari kekayaan folklor yang diwariskan secara turun-temurun. Kisah batu misterius di tengah jalan itu kini menjadi salah satu identitas budaya yang membuat Dusun Jaten memiliki daya tarik tersendiri di Kabupaten Wonogiri.

Leave a Reply