Atap Kelas Ambruk, 48 Siswa MTs Muhammadiyah Sambungmacan Sragen Diliburkan

Atap Kelas Ambruk, 48 Siswa MTs Muhammadiyah Sambungmacan Sragen Diliburkan
Aktivitas guru dan petugas PMI Sragen menolong para siswa yang luka-luka karena terkena reruntuhan atap di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen, Selasa (12/5/2026). (Istimewa/PMI Sragen)

Nusatime.com, SRAGEN — Sebanyak 48 siswa kelas VII hingga IX MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen, diliburkan selama sepekan pascaambruknya atap ruang kelas VII pada Selasa (12/5/2026). Kebijakan itu diambil untuk mengevaluasi kondisi bangunan lain yang masih satu gedung dengan ruang kelas yang runtuh.

Wakil Kepala MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Cipto Waluyo, mengatakan jumlah siswa yang terdampak terdiri atas 14 siswa kelas VII, 13 siswa kelas VIII, dan 21 siswa kelas IX. Selama masa evaluasi, seluruh siswa diminta mengikuti pembelajaran dari rumah.

“Para siswa diminta belajar di rumah selama sepekan dulu sembari mengevaluasi sarana dan prasarana. Kami khawatir kondisi ruang kelas VIII dan IX juga sama, terutama bagian kuda-kudanya,” ujar Cipto saat ditemui Espos, Selasa.

Ia menjelaskan insiden terjadi saat jam pertama pelajaran Bahasa Inggris yang diampu guru Eka Nurul Ismiyati sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, pada Minggu (10/5/2026), plafon ruang kelas sempat nyaris runtuh dan sudah dibersihkan.

“Waktu itu memang sudah ada plafon yang nyaris runtuh lalu dibersihkan. Tapi pagi tadi saat pembelajaran berlangsung tiba-tiba atap ambruk,” katanya.

Menurut Cipto, tidak ada tanda-tanda jelas sebelum kejadian selain plafon yang mulai rusak. Struktur atap yang tertutup plafon membuat kondisi kayu penyangga tidak terlihat dari luar.

“Kami sebenarnya sudah merencanakan pindah lokasi belajar dan mengajukan bantuan pembangunan, tetapi belum sempat direalisasikan. Struktur atap tertutup plafon jadi tidak tahu kalau ternyata sudah lapuk,” jelas dia.

Akibat kejadian tersebut, enam siswa mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen serta RSI Amal Sehat Sragen. Sementara satu siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat jalan. Guru pengampu Bahasa Inggris juga mengalami syok dan ikut dirawat di RSSP Sragen.

“Yang dirawat di RSSP ada lima siswa dan satu guru. Di RSI Amal Sehat ada satu siswa. Luka-lukanya di bagian kepala, pundak, dan ada yang mengalami patah kaki,” ujar dia.

Salah satu siswa bernama Ilyas mengalami luka di bagian kepala namun kondisinya membaik dan sudah dipulangkan.

Cipto menambahkan setelah kejadian seluruh siswa yang selamat, termasuk siswa kelas VIII dan IX, langsung dipulangkan untuk belajar dari rumah. Pihak sekolah mempertimbangkan pembelajaran daring sementara waktu.

“Paling nanti satu pekan belajar di rumah sambil melihat situasi. Kemungkinan pembelajaran dilakukan secara daring dulu,” kata dia.

Leave a Reply