Nusatime.com, SEMARANG – Rimbunan bunga bugenvil di samping rumah warga dalam gang Jalan Pleburan III, kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mencuri perhatian. Bunganya yang menjuntai hingga menutupi dinding menghadirkan semburat warna cerah di tengah suasana gang yang sederhana.
Pemandangan itu menarik perhatian sejumlah remaja saat Espos melintas pada Sabtu (29/8/2026). Kampung yang semula tampak biasa mulai ramai ketika anak-anak muda berdatangan untuk berswafoto dengan latar rimbunan bunga bugenvil.
Nala dan Nana, dua mahasiswa berusia 21 tahun asal Kecamatan Ngaliyan, Semarang, menjadi di antara mereka yang datang. Keduanya terlihat mengenakan pakaian terbaik dan telah mempersiapkan penampilan sebelum mengabadikan momen di depan bugenvil.
Bergantian, mereka mengambil posisi di dekat tembok dan mengatur pose, sementara kamera ponsel diarahkan dari berbagai sudut. Sesekali, keduanya melihat hasil jepretan, kemudian kembali berganti posisi untuk mendapatkan foto yang dianggap paling pas.
Senyum dan tawa kecil pecah ketika mereka menemukan hasil foto yang sesuai. Rimbunan bunga bugenvil yang memenuhi latar membuat foto terlihat lebih berwarna, meski pengambilan gambar dilakukan di sebuah gang sederhana.
“Bagus bagent, colorful. Bergerombol lucu bunganya,” ucap Nana kala melihat hasil foto jepretan Nala.
Bagi mereka, berfoto dengan latar bunga bukan sekadar mencari gambar untuk mengisi galeri ponsel. Ada keseruan tersendiri ketika menemukan tempat yang tidak biasa untuk mengabadikan momen.
“Karena seru sih, kayak event foto bunga-bunga ala-ala Jepang,” ucap kedua remaja yang masih berstatus mahasiswa itu.
Viral di Media Sosial, Jadi Spot Foto Dadakan
Nala dan Nana mengetahui keberadaan bugenvil tersebut dari Instagram dan TikTok. Meski mengaku sebagai warga asli Kota Semarang, keduanya baru mengetahui tempat itu ramai menjadi spot foto setelah melihatnya di media sosial (medsos).
“Sebenarnya ingin ke tabebuya yang viral juga, tapi keburu rontok, enggak sempet. Akhirnya ke sini,” pungkasnya.
Momen bunga yang singkat itu pula yang membuat mereka tidak ingin melewatkan kesempatan. Sebelum bunga bugenvil ikut berguguran, keduanya memilih datang untuk mengabadikan suasana yang hanya muncul pada musim kemarau.
Bagi Nala dan Nana, keberadaan bunga tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi kawasan kampung. Foto yang dihasilkan terlihat estetik tanpa harus pergi ke tempat wisata atau lokasi yang sengaja dibangun sebagai spot swafoto. “Estetik fotonya, jadi fotonya bagus,” tuturnya.
Pemilik rumah, Edi Hariyanto, 78, menceritakan bunga bugenvil di dinding samping rumahnya kali pertama ditanam pada 2019. Meski kini viral dan didatangi banyak orang untuk berswafoto, ia tidak mempermasalahkannya.
“Enggak kepikiran juga bakal viral tahun 2024 itu. Tapi enggak papa, biar ramai kampungnya. Selama mereka tetap jaga ketertiban dan kebersihan, enggak apa-apa,” kata Edi.
Dari sebuah tanaman yang tumbuh di pagar rumah, tercipta ruang kecil bagi warga dan anak-anak muda untuk berhenti sejenak, berfoto, dan menikmati keindahan yang sebenarnya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan ketika malam datang, aktivitas itu belum sepenuhnya berhenti.
Kendati demikian, popularitas spot foto tersebut mungkin tidak akan berlangsung lama. Ketika bunga-bunga mulai rontok, gang itu diperkirakan kembali seperti biasa.
Namun, selama beberapa waktu, bugenvil telah mengubah sebuah sudut sederhana di Pleburan menjadi tempat yang dicari, didatangi, dan diabadikan anak-anak muda.

Leave a Reply