Bung Ferry Kecewa Laga Persija vs Persib Gagal di Jakarta

Bung Ferry Kecewa Laga Persija vs Persib Gagal di Jakarta
Ketua panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta Ferry Indrasjarief saat ditemui awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Nusatime.com, JAKARTA — Ketua panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, mengaku kecewa setelah laga kandang Macan Kemayoran melawan Persib Bandung kembali tidak bisa digelar di Jakarta. Pertandingan tersebut dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.

“Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus. Boleh dibilang selama musim ini kita tidak ada kejadian apa pun yang berarti sehingga membuat PSSI ataupun liga khawatir dengan kondisi ini,” kata pria yang akrab disapa Bung Ferry dilansir Antara, Rabu (6/5/2026).

Laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 itu tidak dapat digelar di Jakarta setelah kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian. Operator liga I.League kemudian memutuskan memindahkan pertandingan ke Samarinda sesuai jadwal, yakni Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Ferry menyebut pihak kepolisian memiliki kekhawatiran terkait potensi gangguan keamanan pascaperayaan Hari Buruh 1 Mei.

“Tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day ada indikasi akan ada lagi, kemungkinan mereka khawatir seperti itu,” katanya.

Ia juga menyebut adanya pertimbangan lain terkait situasi keamanan di beberapa daerah.

“Kemarin ada kejadian di Bandung kan, ada seratus orang lebih yang ditangkap. Mungkin dari hasil interogasi itu mereka menganggap bahwa Jakarta rawan,” ujar dia.

Perubahan Venue Berulang

Sebelum diputuskan di Samarinda, pihak liga sempat menawarkan opsi pertandingan digelar di Jepara atau Surabaya. Ferry memilih Surabaya karena akses transportasi yang lebih mudah melalui Bandara Internasional Juanda.

Ia juga sempat berkoordinasi dengan berbagai pihak di Surabaya, termasuk panitia pelaksana dan suporter, yang menyatakan kesiapan membantu penyelenggaraan laga.

Namun, opsi tersebut dibatalkan setelah diketahui pertandingan di Jawa berpotensi digelar tanpa penonton.

Opsi kemudian beralih ke Bali, tetapi Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak tersedia karena digunakan Bali United sehari setelahnya. Akhirnya, Stadion Segiri Samarinda menjadi pilihan terakhir.

“Kalau kita pakai tanggal 10 (Mei) mereka nggak bisa, ada OT [official training]. Nah, saya tanya sama pihak Bali, ‘Kalian tanding sama siapa?’ Tanding sama Borneo. Oh, berarti Borneo nggak dipakai dong stadionnya? Itulah kemudian pertimbangannya saya coba izin untuk coba kontak Borneo,” katanya.

Ferry menilai perpindahan venue ini menimbulkan kerugian, baik secara finansial maupun dari sisi suporter yang sudah lama menantikan laga Persija vs Persib di Jakarta. Terakhir kali kedua tim bertemu di Jakarta terjadi pada 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan skor 1-1.

“Kami kecewa sekali, tapi memang kayaknya harus dipikirkan untuk ke depannya kita harus bikin jadwal yang di mana pertandingan Persija-Persib itu jangan yang bulan-bulan krusial kayak gini,” katanya.

Saat ini, Persija berada di peringkat ketiga klasemen dengan 65 poin, terpaut tujuh poin dari Persib di puncak klasemen. Dengan tiga laga tersisa, Persija masih memiliki peluang juara jika mampu mengalahkan Persib serta berharap pesaingnya terpeleset di laga lain.

Leave a Reply