Cadangan Listrik Jateng Surplus, ESDM Tetap Minta Masyarakat Hemat Energi

Cadangan Listrik Jateng Surplus, ESDM Tetap Minta Masyarakat Hemat Energi
Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiharto saat ditemui di kantornya pada Kamis (26/3/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan).

Nusatime.com, SEMARANG — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, menyarankan masyarakat untuk melakukan penghematan bahan bakar minyak (BBM), gas LPG, hingga listrik seperti anjuran dari pemerintah pusat. Pihaknya mengingatkan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan mengenai kekurangan stok energi.

Kepala Dinas ESDM Jateng, Agus Sugiharto, mengatakan masyarakat sebaiknya tetap tenang sembari menjaga kondusifitas. Sebab, ketersediaan energi BBM, listrik, hingga elpiji sejauh ini masih bisa terkaver dengan baik.

“Tetapi jangan mentang-mentang barangnya ada, terus melakukan pemborosan. Karena sumber energi kita masih mengandalkan dari fosil. Fosil salah satu sumber energi yang tidak bisa diperbaharui,” kata Agus di kantornya, Kamis (26/3/2026).

Agus mengingatkan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan mengenai berkurangnya stok BBM, elpiji maupun listrik secara nasional. Sebab, pasokan energi tetap tercukupi, termasuk di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Lebih jelasnya berdasarkan paparan Dinas ESDM Jateng, pemakaian listrik di Jawa Tengah rata-rata sebanyak 3.574 Megawatt (MW). Sedangkan kemampuan energi listriknya berada di angka 8.433 MW.

“Sehingga ada cadangan 4.371 MW atau sekitar 51,83%. Jadi tingkat konsumsi listrik kita jauh dari beban puncak,” paparnya.

Tak hanya itu, rata-rata konsumsi gas elpiji per hari tercatat 4.215 Metrik Ton (subsidi dan non subsidi). Kemudian konsumsi BBM keseluruhan sebanyak 20.060 kiloliter (KL) per hari ini, terdiri dari:

– Pertalite sebanyak 16.000 KL per hari
– Pertamax sebanyak 3.947 KL per hari
– Pertamax Turbo sebanyak 90 KL per hari
– Solar sebanyak 5.540 KL per hari
– Dexlite sebanyak 210 KL per
– Avtur sebanyak 616 KL

“Itu pun stoknya masih ada semua. Maka dari itu, sesuai arahan pemerintah, tidak usah panik dengan kondisi energi di Jawa Tengah. Ketersediaan energi masih cukup baik, dari sektor ketenagalistrikan kita masih over banyak. Dari sisi elpiji juga masih mencukupi. Untuk sisi BBM segala jenis baik Pertalite, solar, Pertamax, Dexlite masih bisa dicukupi,” klaimnya..

Agus pun mengimbau masyarakat jangan gampang panic buying, terlebih lagi saat menerima informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menururnya, aksi panic buying justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang mengarah pada tindakan penimbunan BBM dan elpiji. 

“Justru kalau terjadi panic buying akan merugikan masyarakat itu sendiri. Karena pemerintah sudah menjamin untuk memenuhi segala kebutuhan energi untuk seluruh masyarakat. Tapi diimbau agar penghematan energi perlu dilakukan. Jangan ada pemborosan pemborosan. Karena panic buying yang menimbun BBM dan elpiji dampaknya justru memperberat kondisi. Karena penimbunan BBM dan gas itu tindakan pidana,” tegasnya. 

Di sisi lain, Agus menekankan persoalan penghematan BBM bisa disiasati dengan mulai menggalakan pemanfaatan energi terbarukan. Salah satunya dengan menggunakan panel energi surya, pemanfaatan energi bayu, dan biogas dari panas bumi. 

“Pemanfaatan energi baru terbarukan harusnya mulai dilakukan dari energi surya, pemanfaatan bayu dan biogas perlu digalakan. Pemanfaatan sampah dari hulu juga perlu dimasifkan untuk semua kabupaten/kota dan lapisan masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengaku cara-cara lain sudah diberlakukan untuk menghemat energi. Yakni dengan memanfaatkan energi baru terbarukan, baik di sektor pemerintah, swasta, hingga tingkat masyarakat.

“Kita masalah energi sudah hemat. Contoh road map Provinsi Jawa Tengah menggunakan energi terbarukan. Ini kan menjadi prioritas utama, sehingga ekonomi hijau, green ekonomi, energi terbarukan kita ke depankan. Sehingga secara tidak langsung akan menghemat energi kita,” kata Luthfi seusai halalbihalal di lobi gedung A kantor Gubernur Jateng, Rabu (24/3/2026).

Leave a Reply