CIMB Niaga Umumkan 7 Jurnalis Penerima Beasiswa dan 4 Karya Terbaik SJF 2026

CIMB Niaga Umumkan 7 Jurnalis Penerima Beasiswa dan 4 Karya Terbaik SJF 2026
Logo Cimb Niaga. (Antara)

Nusatime.com, JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengumumkan tujuh jurnalis penerima Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” 2026 serta empat karya jurnalistik terbaik dalam Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026.

Corporate Communications Head CIMB Niaga, Hery Kurniawan, mengatakan kedua program tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas insan pers Indonesia agar terus menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, memperkaya pemahaman publik, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan dedikasi yang ditunjukkan sepanjang rangkaian program beasiswa dan Sustainability Journalism Fellowship. Kami berharap kedua program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi para jurnalis sekaligus mendukung terciptanya industri media yang sehat dan berkualitas,” ujar Hery di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Melalui program “Aku dan CIMB Niaga”, masing-masing jurnalis terpilih memperoleh tunjangan beasiswa senilai Rp70 juta untuk melanjutkan pendidikan jenjang Magister (S2). Program yang dibuka sejak September 2025 tersebut diikuti ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai administrasi, psychometric assessment, wawancara hingga penilaian karya jurnalistik, tujuh jurnalis terpilih sebagai penerima beasiswa. 

Sementara itu, SJF 2026 merupakan program kolaborasi CIMB Niaga dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan didukung Global Reporting Initiative (GRI). Program yang digelar sejak Maret 2026 itu menjaring 233 proposal ide keberlanjutan dari jurnalis di berbagai daerah.

Sebanyak 20 jurnalis kemudian terpilih mengikuti fellowship dan masing-masing mendapatkan dukungan pendanaan Rp10 juta untuk merealisasikan proyek keberlanjutan. Selama tiga bulan, peserta mengikuti sustainability masterclass, pendampingan ahli, serta menjalankan proyek sosial dan lingkungan di wilayah masing-masing.

Empat karya terbaik SJF 2026 selanjutnya ditetapkan berdasarkan hasil kurasi dan penilaian dewan juri. Para penulis karya terbaik tersebut berkesempatan mengikuti field trip ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan peliputan sekaligus mempelajari berbagai program keberlanjutan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan, sehingga dapat memperkaya perspektif mereka dalam mengangkat isu keberlanjutan secara lebih mendalam dan kontekstual.

Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Journalism (IIJ) Umar Idris mengatakan SJF 2026 dirancang untuk memperkuat peran jurnalis dan media dalam mengawal transisi menuju keberlanjutan serta mendorong aksi konkret di tengah masyarakat.

“Jurnalisme berkelanjutan perlu bergerak melampaui ruang pemberitaan konvensional menuju aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh komunitas lokal,” kata Umar.

Kedua program tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 CIMB Niaga yang diperingati pada 26 September 2026. CIMB Niaga berharap program tersebut dapat memperkuat kolaborasi dengan insan media serta mendorong lahirnya karya jurnalistik yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

Penerima Kompetisi Tunjangan Beasiswa untuk Jurnalis “Aku dan CIMB Niaga” 2026:

1. Abdullah Fikri Ashri (Harian Kompas) 

2. Romualdus San Udika (Stabilitas)

3. Mazka Hauzan Naufal (Tribun Jateng)

4. Anton Chrisbiyanto (Kabarindo.com)

5. Chyntia Sami Bhayangkara (Suara.com)

6. Budi (Koran Jakarta)

7. Aditya Putra Perdana (Harian Kompas)

Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026:

1.  Rahmat Utomo (Kompas.com) “Kisah Perempuan Pemulung di TPA Terjun, Penjaga Lingkungan yang Tak Terlindungi”

2. Rheza Maulana (National Geographic Indonesia) “Tenggelamnya Desa Mayangan: Ketika Dampak Perubahan Iklim Terjadi Tepat di Depan Mata”

3. Nina Susilo (Harian Kompas) “Sabun Cuci Ekoenzim, Cara Cari Cuan dari Sampah Organik”

4. Ahmad Hadi Ramdhani (Mongabay Indonesia) “Harapan Pulihkan Mangrove di Tengah Tambak Pesisir Sugian”

Leave a Reply