Nusatime.com, SOLO—Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang menyimpan potensi sumber daya geologi sekaligus risiko bencana. Bagi Muhammad Rayhan Razul Perdana, atau Razul, kondisi tersebut bukan sekadar materi pelajaran Geografi.
Ia melihatnya sebagai persoalan nyata yang perlu dipahami dari berbagai sisi, termasuk ketika membahas pengembangan energi panas bumi di Gunung Ungaran, Jawa Tengah.
Razul merupakan siswa yang secara administratif tercatat sebagai peserta didik SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Surakarta. Ia berhasil meraih medali perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Geografi di Malang.
Uniknya, Geografi bukan bidang yang sejak awal ia tekuni. Sejak SD, Razul lebih banyak mengikuti kompetisi Matematika sebelum akhirnya mencoba Geografi atas rekomendasi gurunya.
Ketertarikannya pada isu panas bumi muncul karena melihat kebutuhan Indonesia terhadap energi terbarukan. Menurut Razul, panas bumi dapat menjadi alternatif energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Namun, pengembangannya tetap perlu memperhatikan kondisi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
“Di satu sisi, pengembangan panas bumi bisa membantu memenuhi kebutuhan listrik dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Tetapi di sisi lain, dampak terhadap masyarakat dan lingkungan juga harus diperhatikan,” ujar Razul.
Ia menilai kajian yang lebih mendalam diperlukan sebelum suatu proyek dikembangkan lebih jauh. Menurutnya, potensi energi perlu dilihat bersamaan dengan kondisi lingkungan, kehidupan masyarakat, pertanian, hingga pariwisata di wilayah tersebut.
Pandangan itu tumbuh seiring pengalamannya mendalami Geografi. Setelah kompetisi pertama yang belum berhasil, Razul mulai mengikuti berbagai tryout, lomba, dan pembinaan hingga akhirnya masuk tim inti sekolah dan melaju ke final OSN Geografi di Malang.
Di tingkat final, peserta menghadapi Written Test, Multimedia Test, dan Fieldwork Test. Dalam tes lapangan, peserta harus melakukan observasi, mengumpulkan data, kemudian menganalisisnya untuk menyusun perencanaan.
Pengalaman tersebut membuat Razul semakin tertarik pada Geografi karena bidang ini menurutnya menggabungkan banyak ilmu, mulai dari geologi, meteorologi, lingkungan, ekonomi, pemetaan, hingga kebencanaan.
Posisi Indonesia di Ring of Fire juga menjadi perhatian Razul. Menurutnya, kondisi tersebut memberikan potensi sekaligus risiko. Wilayah vulkanik dapat dimanfaatkan, termasuk untuk pertanian, tetapi masyarakat juga harus memahami risiko gempa bumi, tsunami, dan bencana vulkanik.
Karena itu, ia menilai pendidikan kebencanaan penting diperkuat, bukan hanya bagi siswa tetapi juga masyarakat secara luas.
“Karena kita berada di Ring of Fire, pengetahuan tentang kebencanaan itu sangat penting, terutama di wilayah yang risikonya tinggi,” katanya.
Bagi Razul, perjalanan di OSN bukan hanya tentang meraih medali. Ia belajar melihat persoalan dari berbagai sisi, memahami potensi wilayah, membaca risiko, serta mempertimbangkan dampaknya bagi manusia dan lingkungan. (NA)

Leave a Reply