Nusatime.com, KARANGANYAR – Komitmen SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Karanganyar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Kompetensi Guru yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Haramain Karanganyar pada Selasa (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam memperkuat kapasitas pendidik melalui berbagai materi yang relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional.
Workshop mengangkat tiga topik utama, yaitu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Sinkronisasi Capaian Pembelajaran (CP) dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disampaikan oleh Ina Yuliati. Dilanjutkan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif oleh Nur Hidayah. Ketiga materi tersebut dirancang untuk memberikan wawasan sekaligus strategi praktis bagi para guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, terarah, dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Pada sesi pertama, peserta diajak memahami konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan situasi nyata. Guru didorong untuk merancang pengalaman belajar yang mampu membangun pemahaman secara utuh dan berkelanjutan.
Materi berikutnya membahas Sinkronisasi Capaian Pembelajaran (CP) dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) TKA. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menyelaraskan tujuan pembelajaran, proses pembelajaran, hingga asesmen agar selaras dengan kompetensi yang diharapkan dalam Tes Kemampuan Akademik. Penyelarasan tersebut diharapkan mampu membantu guru menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan materi Media Pembelajaran Interaktif, yang menghadirkan berbagai alternatif pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Para peserta memperoleh inspirasi mengenai penggunaan media digital yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis, serta mendukung terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Selama kegiatan berlangsung, para guru mengikuti setiap sesi dengan antusias. Diskusi interaktif, berbagi praktik baik, serta tukar pengalaman antarpendidik menjadi bagian penting dalam membangun budaya belajar yang kolaboratif. Suasana workshop mencerminkan semangat bersama untuk terus berkembang sebagai pendidik yang adaptif terhadap perubahan dan inovasi pendidikan.
Kepala SMA ABBS Karanganyar, Alqaan Maqbullah Ilmi, M.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus berbagi praktik baik serta memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan.
“Pendidikan yang berkualitas lahir dari guru yang tidak pernah berhenti belajar. Melalui workshop ini, kami berharap dapat berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan ruang belajar bersama yang mampu mendorong lahirnya inovasi pembelajaran di setiap kelas. Ketika para pendidik terus bertumbuh, dampaknya akan dirasakan langsung oleh peserta didik dan menjadi investasi terbaik bagi masa depan pendidikan,” ujar Alqaan Maqbullah Ilmi dalam rilis.
Melalui kegiatan ini, SMA ABBS Karanganyar kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan peserta didik, tetapi juga aktif membangun ekosistem pembelajaran melalui penguatan kompetensi guru. Kolaborasi bersama PPTQ Haramain Karanganyar menjadi bukti bahwa semangat berbagi pengetahuan, bertumbuh bersama, dan saling menginspirasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.(NA)

Leave a Reply