Nusatime.com, YOGYAKARTA-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin mengintensifkan kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati sebelumnya. Langkah ini ditempuh guna memperkuat perumusan kebijakan penjaminan simpanan dan resolusi perbankan melalui pendekatan akademik yang sistematis, terukur, dan berbasis metodologi ilmiah.
Kerja sama riset tersebut melibatkan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia. Bagi LPS, sinergi dengan kalangan akademisi menjadi elemen penting untuk memperoleh perspektif yang lebih komprehensif, analisis yang tajam, serta rekomendasi berbasis data dalam merespons dinamika sektor keuangan yang terus berkembang.
Penandatanganan dokumen riset bersama dilaksanakan pada Kamis (26/2/2026) di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan LPS Seto Wardono, perwakilan UGM Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D., serta perwakilan Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. Kegiatan tersebut turut disaksikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., beserta jajaran pimpinan universitas yang terlibat.
Dalam sambutannya, Anggito menegaskan bahwa sebagai lembaga yang memiliki mandat penjaminan dan resolusi bank, LPS perlu memastikan setiap kebijakan disusun berdasarkan riset yang mendalam dan berbasis bukti empiris. Menurutnya, penguatan fungsi riset dan surveilans menjadi prioritas agar kebijakan yang dihasilkan semakin presisi dan adaptif terhadap kondisi riil di lapangan.
“Saat ini LPS sedang memperkuat fungsi riset dan surveilans kami dengan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Harapan kami kerja sama ini menjadi langkah yang strategis untuk dapat mengintegrasikan kebijakan dan menghasilkan temuan empiris dan insight yang relevan, presisi, serta dapat ditindaklanjuti. Sehingga kebijakan ke depannya menjadi lebih akurat,” ujar Anggito pada Jumat (27/2/2026).
Momentum ini menjadi penanda bahwa kerja sama LPS dengan perguruan tinggi tidak berhenti pada tataran dokumen, tetapi diwujudkan dalam program yang konkret dan juga menjadi lebih terukur.
Beasiswa Utama LPS: Investasi SDM Masa Depan
Selain riset kolaboratif, tindak lanjut PKS juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Beasiswa Utama LPS. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, pada 2026 program ini diberikan kepada 173 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di berbagai daerah.
Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh dukungan finansial sekaligus pembekalan soft skills, pelatihan capacity building, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. LPS memandang beasiswa ini sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang kompeten, berintegritas, dan memiliki literasi ekonomi serta keuangan yang kuat.
Ketua Dewan Komisioner, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. menyampaikan bahwa program Beasiswa Utama LPS ini merupakan niat baik LPS dalam melahirkan genarasi muda yang lebih unggul dan kompeten, sehingga pada masa yang akan datang, para generasi muda ini lebih siap saat menjadi pembuat kebijakan dan ketika menduduki posisi-posisi penting yang menentukan nasib dan arah bangsa ini.

“Program ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memiliki literasi ekonomi serta keuangan yang kuat dengan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas” tutup Anggito pada pidato sambutannya (27/02/2026).
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. menyampaikan apresiasi kepada LPS yang saat ini gencar melakukan dan turut memberikan perhatian kepada perguruan tinggi untuk melahirkan kebijakan dan SDM yang unggul untuk masa yang akan datang. Ia berharap, LPS akan selalu menjaga komitmen dan konsistensinya dalam memberikan dukungan kepada perguruan tinggi.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada LPS yang selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada kami, dengan tujuan yang sama pastinya yaitu untuk mendukung kemajuan bangsa ini terutama di bidang pendidikan. Oleh karena itu, bagi perguruan tinggi dan mahasiswa yang mendapatkan program-program dari LPS, dapat memanfaatkan semaksimal mungkin dan sebaik-baiknya supaya kerja sama ini juga memberikan hasil yang maksimal sesuai harapan kita semua” ujar Danang.
Dukungan Magang dan Fasilitas Pendidikan
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas generasi muda, LPS turut membuka kesempatan magang bagi mahasiswa. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis di dunia kerja sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih matang saat memasuki industri.
Tak hanya itu, melalui program LPS Peduli Bakti Bagi Negeri, LPS juga menyerahkan bantuan 60 unit komputer kepada Sekolah Vokasi UGM. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber informasi digital, serta meningkatkan kualitas perkuliahan melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern.
Melalui berbagai inisiatif ini, LPS menegaskan komitmennya untuk memperkuat kebijakan berbasis riset sekaligus membangun ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul bagi masa depan Indonesia. (NA)
Leave a Reply