Nusatime.com, SOLO-Komitmen Yayasan Al Abidin dalam menjaga kualitas para pengajarnya kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Guru 2026 yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap enam bulan sekali ini diikuti oleh seluruh guru TK, SD, SMP, dan SMA Al Abidin yang berasal dari berbagai unit sekolah di Surakarta, Karanganyar, Sragen, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Salatiga, Magelang, dan Yogyakarta.
Pelaksanaan ujian dilakukan secara daring dari lingkungan sekolah masing-masing sehingga seluruh guru dapat mengikuti proses asesmen secara serentak dengan tetap menjaga efektivitas pelaksanaan.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Imam Samodra, M.Si., menjelaskan bahwa uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan setiap guru terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang keahliannya. Guru ICT difokuskan pada penguasaan teknologi, guru ICP pada peningkatan kompetensi Bahasa Inggris, sedangkan guru TCP pada penguatan kemampuan hafalan Al-Qur’an.
Materi ujian disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing. Guru ICT diuji melalui penyelesaian proyek berbasis Scratch, Construct, Internet of Things (IoT), dan web design. Sementara itu, guru ICP mengikuti asesmen kemampuan Reading, Grammar, Speaking, Vocabulary, Pronunciation, serta Communication. Adapun guru TCP menjalani ujian Tahfidz Al-Qur’an hingga 10 juz dan Tahsin sebagai bentuk evaluasi kualitas pembelajaran Al-Qur’an.
Pelaksanaan uji kompetensi guru ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan Al Abidin dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi para pendidik. Dengan kompetensi guru yang terus berkembang, diharapkan kualitas pembelajaran yang diterima peserta didik juga semakin meningkat.
Melalui program ini, Yayasan Al Abidin menegaskan bahwa guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar. Inilah salah satu ikhtiar sekolah untuk menghadirkan pendidikan terbaik sehingga setiap siswa memperoleh pendampingan dari guru-guru yang profesional, kompeten, dan senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, serta pendidikan Al-Qur’an. (NA)

Leave a Reply