Nusatime.com, SOLO — Pura Mangkunegaran menutup sementara kunjungan wisata dan restoran Pracima karena berlangsung rangkaian hajatan besar Dhaup Ageng atau pernikahan agung G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo yang akrab disapa Gusti Sura dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian.
G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo merupakan kakak dari Mangkunagoro X. Berdasarkan pengumuman melalui akun Instagram @info.mn, Pura Mangkunegaran tutup untuk kunjungan wisata selama tiga hari, yakni 5-7 November 2026.
Sementara itu, Pracima Mangkunegaran tutup untuk umum pada 3-8 November 2026 dan akan kembali dibuka pada 9 November 2026.
Meski demikian, reservasi tetap dapat dilakukan melalui laman resmi pracimabogasana.co.id atau menghubungi admin Pracimasana melalui WhatsApp di nomor 081326159199.
Sebelumnya, Pemimpin Praja Mangkunegaran KGPAA Mangkunagoro X menyaksikan tradisi pemasangan bleketepe di Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran, Solo, Rabu (4/11/2026) siang.
Pemasangan bleketepe merupakan salah satu rangkaian hajatan besar Dhaup Ageng atau pernikahan agung Gusti Sura dengan Adimas Rosdian.
Mangkunagoro X tampak mengenakan beskap biru, jarit, dan blangkon. Ia menyerahkan bleketepe secara simbolis kepada salah satu abdi dalem Mangkunegaran.
Abdi dalem kemudian memasang bleketepe sekitar pukul 10.45 WIB. Tradisi tersebut berlangsung secara tertutup dan hanya diikuti keluarga Mangkunagoro X.
Bleketepe dipasang di atas atap Bangsal Tosan. Bleketepe yang secara umum merupakan anyaman daun kelapa menjadi bagian dari penanda sekaligus simbol perlindungan ruang dalam rangkaian persiapan pernikahan adat Jawa.
Selain pemasangan bleketepe, terdapat tradisi tuwuhan dan adang sepisan untuk menandai Dhaup Ageng. Tuwuhan atau rangkaian tanaman dan hasil bumi merupakan ornamen simbolis dalam tradisi perkawinan Jawa.
Tuwuhan melambangkan pertumbuhan, kesuburan, harapan, dan kehidupan baru bagi pasangan pengantin. Tuwuhan pertama kali diletakkan di Bangsal Tosan. Setelah itu, kain penutupnya dibuka dan tuwuhan dipasang di beberapa titik.
Sementara itu, adang sepisan menjadi bagian dari persiapan menjamu para tamu. Secara harfiah, adang sepisan berarti menanak nasi untuk pertama kalinya. Tradisi ini menjadi simbol kesiapan keluarga untuk menyediakan hidangan bagi para tamu yang hadir dalam hajatan.
Adang sepisan dilakukan di Dapur Jayengan sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam prosesi tersebut digunakan piranti masak pusaka Mangkunegaran, yaitu Nyai Dandang dan Nyai Sumyang.

Leave a Reply