Nusatime.com, SRAGEN — Green house melon yang terletak di Dukuh Singopadu RT 006, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, dibuka untuk wisata petik buah selama tiga hari mulai Senin (17/8//2026) pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan.
Melon premium dari Xinjiang, Tiongkok, jenis sweet hami dipasarkan dengan harga mulai Rp20.000-Rp30.000/kg sesuai grade-nya. Di green house tersebut terdapat 800 batang yang siap petik dengan umur 65 hari.
Melon jenis ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan jenis melon premium lainnya, salah satunya setelah dipetik semakin lama bukan membusuk tetapi rasanya justru semakin segar.
Pengelola green house di Singopadu, Sidoharjo, Sragen, Andi Novianto, 34, saat berbincang dengan Espos, Sabtu (15/8/2026), mengungkapkan luas green house yang dikelolanya 500 meter persegi dan ditanami 800 batang pohon melon siap panen. Dia menanam dengan media tanam pasir dengan sistem pengairan otomatis. Pemilihan media tanam pasir, kata dia, lebih tahan hama dan kebal penyakit.
“Kami membuka green house ini untuk wisata petik buah. Melon-melon di sini terdapat grade A, B, dan C, tergantung besar kecilnya buah dan kualitas buah. Harganya pun standar sesuai grade, yaitu mulai Rp20.000-Rp30.000 per kg. Bobot melon rata-rata 1,5-2 kg per buah,” jelas dia.
Dia berencana membuka green house untuk wisata petik buah selama tiga hari mulai Senin (17/8/2026) atau saat momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Setelah itu, Andi berencana menjual langsung ke pengepul, baik di Yogyakarta maupun Solo. Dia melihat meskipun baru panen perdana ternyata terhitung berhasil karena sekitar 60%-70% merupakan melon grade A.
“Di Singopadu ini ada 12 green house yang semua ditanami melon. Kami sendiri mengelola ada tujuh green house, yaitu di Dukuh Plasan ada empat green house dan di Dukuh Singopadu ini ada tiga green house. Setelah dari sini, satu green house di Plasan dalam waktu dekat juga siap panen,” jelas dia.
Tips Memilih Melon Sweet Hami
Ketujuh green house tersebut milik pengusaha setempat dan dikelola enam orang. Kepala Desa Singopadu, Sidoharjo, Sragen, Heru Tarwoco, melihat bisnis budi daya melon premium sangat menjanjikan dan prospek bisnisnya bagus ke depan. Dia melihat di wilayah Kecamatan Sidoharjo, bisnis green house melon menjamur dan hampir di setiap desa ada.
Dia mengatakan melon premium jenis sweet hami paling digemari pasar karena rasa buahnya yang manis dan crunchy. Melon ini selama disimpan di kulkas, kata dia, semakin lama semakin segar rasanya dan rasa crunchy-nya tidak hilang.
Dia membagikan tips memilih melon jenis sweet hami, yaitu ada kemerah-merahan pada kulitnya maka kadar gulanya bagus bisa sampai 15%. Dia mengatakan hasil budi daya green house di Singopadu terhitung berhasil meskipun baru kali pertama tanam. Dia mengungkapkan bobot buahnya rata-rata 1,7 kg per buah.
“Pangsa pasarnya kalangaan menengah ke atas. Pasarnya bagus. Permintaan paling banyak dari Yogyakarta dan Solo yang membutuhkan buah-buah segar. Kalau dari pedagang biasanya menggunakan model tebasan dengan harga pukul rata. Tetapi dengan dibuka untuk wisata petik buah, perseorangan bisa beli langsung di tempat,” jelas dia.
Dia mengatakan keunggulan buah melon sweet hami ini disimpan 2-3 hari masih manis dan segar, berbeda dengan melon lain yang sudah membusuk. Meskipun bisnis ini menjanjikan tetapi membutuhkan modal awal yang besar untuk membangun green house. Heru mengatakan pembuatan green house itu bisa dari bambu atau besi.
“Kalau dengan bambu hitung-hitungannya Rp175.000 per meter persegi sedangkan untuk bahan besi bisa Rp210.000 per meter persegi. Tentu daya tahannya lebih lama yang besi sampai 10 tahun. Modal awal itu biasanya sudah kembali setelah panen keenam,” jelas dia.

Leave a Reply