Guardiola Tolak Timnas Italia, FIGC Dekati Andrea Pirlo

Guardiola Tolak Timnas Italia, FIGC Dekati Andrea Pirlo
Andrea Pirlo disebut-sebut menjadi kandidat kuat pelatih Timnas Italia. (Instagram/andreapirlo21)

Nusatime.com, ROMA — Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan mengalihkan bidikan kepada Andrea Pirlo setelah Pep Guardiola menolak tawaran untuk melatih Timnas Italia. Harian Italia La Repubblica pada Jumat (24/7/2026) melaporkan FIGC telah mencapai kesepakatan dengan mantan gelandang Gli Azzurri tersebut untuk kontrak berdurasi empat tahun.

Hingga berita ini ditulis, Reuters menyebut telah menghubungi FIGC untuk meminta konfirmasi terkait laporan tersebut. Namun, federasi belum memberikan tanggapan resmi.

Andrea Pirlo merupakan salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola Italia. Ia membawa Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006 dan menikmati karier gemilang bersama Inter Milan, AC Milan, serta Juventus.

Pelatih berusia 47 tahun itu kini menangani United FC Dubai yang berlaga di Liga Divisi Pertama Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya, Pirlo sempat melatih Juventus pada musim 2020/2021 dan mempersembahkan gelar Coppa Italia serta Piala Super Italia.

Guardiola Tolak, Italia Cari Jalan Keluar

Laporan mengenai kesepakatan dengan Pirlo muncul hanya beberapa jam setelah Reuters mengungkap Pep Guardiola menolak tawaran untuk menangani Timnas Italia. Mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, pelatih Manchester City itu memilih tidak menerima proposal dari FIGC.

Presiden FIGC, Giovanni Malago, sebelumnya disebut siap memberikan fleksibilitas finansial demi membujuk Guardiola menerima jabatan tersebut. Selain Guardiola, FIGC juga dikabarkan sempat menjajaki kemungkinan merekrut pelatih asal Brasil, Carlo Ancelotti.

Timnas Italia mencari pelatih baru setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri pada April lalu. Pengunduran dirinya terjadi setelah juara dunia empat kali itu gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Sepak bola Italia kini menghadapi salah satu krisis terdalam dalam beberapa dekade. Penunjukan pelatih baru dinilai menjadi langkah awal dalam upaya membenahi sistem pembinaan pemain muda dan jalur pengembangan talenta yang mengalami kemunduran di negara yang menjadikan sepak bola sebagai bagian penting dari identitas nasional.

Leave a Reply